Balap . 23/10/2026, 17:56 WIB

Konflik Eks Bos Red Bull Memanas, Helmut Marko Serang Christian Horner

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Perseteruan antara Helmut Marko dan Christian Horner kembali menjadi sorotan setelah kedua tokoh yang pernah memegang peran penting di Red Bull Racing terlibat saling kritik. Kali ini, Marko melontarkan kecaman terhadap autobiografi terbaru Horner berjudul Drive yang dirilis pada 22 Oktober 2026.

Marko menilai buku tersebut memuat banyak pernyataan yang tidak benar. Ia bahkan menyebut autobiografi mantan kepala tim Red Bull itu sebagai kumpulan kebohongan dengan kualitas yang sangat rendah.

Perselisihan ini menambah panjang daftar konflik antara dua figur yang selama bertahun-tahun bekerja di balik kesuksesan Red Bull di Formula 1. Setelah sama-sama meninggalkan tim tersebut, hubungan keduanya justru semakin memburuk.

Autobiografi Christian Horner Picu Perselisihan Baru

Buku Drive mengungkap sejumlah cerita dan kritik Horner terhadap mantan koleganya di Red Bull. Salah satu tokoh yang mendapat sorotan adalah Marko, penasihat motorsport yang memiliki pengaruh besar terhadap arah pengembangan pembalap dan operasional tim.

Dalam autobiografinya, Horner menuding Marko ikut berperan dalam upaya yang berujung pada pemecatannya dari Red Bull. Horner kehilangan jabatannya sebagai kepala tim pada Juli 2025 setelah memimpin skuad yang bermarkas di Milton Keynes tersebut selama sekitar 20 tahun.

Horner juga mengkritik pendekatan Marko dalam mengelola program pembalap muda Red Bull. Selain itu, ia menuduh Marko membocorkan informasi internal dan data operasional tim kepada media.

Tuduhan tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan di antara keduanya. Marko sendiri sebelumnya pernah menuding Horner memainkan taktik yang tidak sportif selama menjabat sebagai kepala tim.

Dengan terbitnya Drive, perselisihan lama itu kembali mencuat ke ruang publik. Pernyataan dan tuduhan dari kedua pihak kini menjadi bagian dari konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Helmut Marko Bantah Tuduhan Christian Horner

Marko menanggapi isi buku tersebut dalam wawancara dengan surat kabar Austria, Kronen Zeitung. Pria yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam program pembinaan pembalap Red Bull itu menolak sebagian besar klaim yang disampaikan Horner.

Ia menyatakan tidak ingin menanggapi setiap pernyataan yang dianggapnya tidak benar.

Marko mengatakan, "Itu adalah kumpulan kebohongan dengan kualitas yang sangat rendah sehingga saya tidak akan menanggapinya."

Meski memilih tidak membahas seluruh isi autobiografi, Marko merasa perlu meluruskan satu tuduhan tertentu. Horner sebelumnya menyatakan bahwa Marko tidak pernah menghubunginya untuk menyampaikan belasungkawa setelah Beverly Allen, ibu dari putri Horner, meninggal dunia akibat kanker mata pada tahun sebelumnya.

Marko membantah pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan belasungkawa setelah kematian Beverly.

Menurut laporan Kronen Zeitung, Marko bahkan memperlihatkan pesan yang dikirimkannya kepada jurnalis yang mewawancarainya melalui telepon genggam. Langkah itu menjadi bentuk bantahan langsung terhadap klaim Horner mengenai komunikasi di antara mereka setelah peristiwa tersebut.

Perbedaan pernyataan ini memperlihatkan bahwa konflik keduanya tidak hanya berkaitan dengan urusan pekerjaan, tetapi juga menyentuh persoalan komunikasi pribadi.

Marko Kritik Waktu Peluncuran Buku Horner

Selain membantah isi autobiografi, Marko juga mengkritik waktu penerbitan buku Drive. Autobiografi tersebut dirilis pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan empat tahun meninggalnya Dietrich Mateschitz, salah satu pendiri Red Bull.

Mateschitz meninggal dunia pada 22 Oktober 2022. Sosok tersebut memiliki peran besar dalam perkembangan Red Bull menjadi kekuatan utama di Formula 1 dan mendukung pembentukan struktur tim yang kemudian meraih berbagai gelar juara dunia.

Bagi Marko, pemilihan tanggal peluncuran buku tersebut merupakan keputusan yang tidak pantas. Ia menilai momen itu seharusnya mendapat penghormatan tersendiri mengingat besarnya kontribusi Mateschitz terhadap perusahaan dan tim balap Red Bull.

Marko menyampaikan kritik keras terhadap keputusan tersebut dengan menyebut penerbitan buku pada tanggal itu sebagai sesuatu yang memalukan.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa perbedaan pandangan antara Marko dan Horner masih berkaitan erat dengan sejarah serta warisan Red Bull di Formula 1.

Hubungan Marko dan Horner Memburuk Setelah Keluar dari Red Bull

Selama bertahun-tahun, Marko dan Horner menjadi dua figur berpengaruh dalam perjalanan Red Bull Racing. Horner memimpin operasional tim sebagai kepala tim, sedangkan Marko berperan penting dalam pengawasan program pembalap dan pengembangan talenta muda.

Keduanya ikut berada di balik keberhasilan Red Bull membangun tim kompetitif dan menghasilkan pembalap-pembalap yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Namun, perbedaan pandangan mengenai pengelolaan tim dan arah organisasi turut mewarnai hubungan mereka.

Pemecatan Horner pada Juli 2025 menjadi titik penting dalam perubahan struktur kepemimpinan Red Bull. Setelah kepergiannya, ketegangan antara Horner dan Marko semakin terlihat melalui pernyataan yang saling menyindir dan membantah.

Autobiografi Drive kini memberikan ruang baru bagi Horner untuk menyampaikan versinya mengenai berbagai peristiwa yang terjadi selama berada di Red Bull. Di sisi lain, Marko menolak sejumlah klaim dalam buku tersebut dan secara terbuka mempertanyakan kebenarannya.

Meski demikian, tuduhan yang disampaikan masing-masing pihak perlu dipahami sebagai pernyataan dari pihak yang terlibat dalam perselisihan. Tanpa bukti tambahan atau konfirmasi independen, klaim mengenai kebocoran informasi internal dan upaya di balik pemecatan Horner tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.

Penutup

Perseteruan Helmut Marko dan Christian Horner menunjukkan bahwa hubungan di balik kesuksesan sebuah tim Formula 1 tidak selalu berakhir baik setelah para tokohnya berpisah. Autobiografi Horner memunculkan kembali persoalan lama di Red Bull, sementara Marko memilih membantah tuduhan yang dinilainya tidak benar.

Kritik terhadap isi dan waktu penerbitan buku Drive membuat konflik kedua mantan petinggi Red Bull itu kembali menjadi perhatian. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada apakah keduanya memberikan penjelasan tambahan atau memilih menghentikan perselisihan yang kini berlangsung di ruang publik.

Referensi:

Crash.net, Helmut Marko hits back at Christian Horner for “collection of untruths” amid bitter feud

Perketat Klaim tentang Horner dan MarkoRingkas Bagian yang Mengulang Informasi

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com