Balap

Lewis Hamilton Siap Melawan Usia demi Mewujudkan Impian Balapan di Afrika

Lewis Hamilton memiliki alasan baru untuk mempertahankan kariernya di Formula 1. Pembalap Ferrari tersebut ingin merasakan langsung balapan di Afrika, impian

Lewis Hamilton Siap Melawan Usia demi Mewujudkan Impian Balapan di Afrika
Lewis Hamilton, Image: @lewishamilton / Instagram

fin.co.id - Lewis Hamilton memiliki alasan baru untuk mempertahankan kariernya di Formula 1. Pembalap Ferrari tersebut ingin merasakan langsung balapan di Afrika, impian yang selama bertahun-tahun ia perjuangkan dan kini semakin dekat setelah munculnya rencana penyelenggaraan Grand Prix Afrika di Rwanda pada awal 2030-an.

Keinginan itu bahkan membuat juara dunia tujuh kali tersebut bercanda bahwa dirinya harus bertahan lebih lama di F1. Jika balapan tersebut terlaksana sesuai rencana, Hamilton diperkirakan sudah berusia setidaknya 45 tahun ketika kejuaraan dunia kembali menyambangi benua Afrika.

Grand Prix Afrika Jadi Alasan Baru Hamilton Bertahan di F1

Pengumuman mengenai rencana kembalinya Grand Prix Afrika menjadi kabar penting bagi Hamilton. Selama bertahun-tahun, ia secara terbuka menyampaikan keinginannya agar Formula 1 kembali menggelar balapan di benua tersebut.

F1 terakhir kali menyelenggarakan Grand Prix di Afrika pada 1993 melalui GP Afrika Selatan. Sejak saat itu, benua tersebut tidak lagi menjadi bagian dari kalender balapan utama kejuaraan dunia.

Rencana penyelenggaraan balapan di Rwanda memberikan harapan baru bagi Hamilton untuk mewujudkan keinginannya sebelum pensiun. Namun, tanggal pelaksanaan secara pasti belum diumumkan dan balapan tersebut diperkirakan baru masuk kalender pada awal 2030-an.

Hamilton menyadari bahwa penantian tersebut bisa membuatnya harus memperpanjang karier lebih lama daripada yang mungkin direncanakan sebelumnya.

Menjelang Grand Prix Amerika Serikat, ia melontarkan candaan bahwa kehadiran balapan di Afrika membuatnya terpaksa bertahan lebih lama di F1.

Hamilton mengatakan dirinya harus terus berjuang menjaga kebugaran agar masih mampu menghasilkan performa yang baik dalam beberapa tahun mendatang. Ia juga menyiratkan bahwa kelanjutan kariernya akan bergantung pada kemampuannya mempertahankan hasil kompetitif.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keinginan tampil di Afrika bukan sekadar persoalan menambah satu balapan dalam perjalanan kariernya. Bagi Hamilton, kesempatan tersebut memiliki arti tersendiri setelah bertahun-tahun mendorong agar F1 memberikan perhatian lebih besar kepada benua itu.

Hamilton Mengaku Bertahun-tahun Memperjuangkan GP Afrika

Hamilton mengungkapkan bahwa upayanya membawa F1 kembali ke Afrika telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia mengaku berulang kali membicarakan gagasan tersebut dengan para petinggi kejuaraan, termasuk CEO F1 Stefano Domenicali.

Pembalap Inggris itu menjelaskan bahwa ia telah mengikuti banyak pertemuan, melakukan panggilan telepon, dan berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menanyakan perkembangan rencana tersebut.

Usaha itu dilakukan karena Hamilton menilai Afrika layak mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah salah satu ajang olahraga bermotor paling populer di dunia.

Menurutnya, penyelenggaraan Grand Prix tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kesempatan bagi satu negara. Ia ingin kehadiran F1 dapat memperkenalkan keragaman negara, budaya, dan masyarakat Afrika kepada penonton internasional.

Berita Terkait