Balap . 03/11/2026, 15:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Marc Marquez masih harus berhadapan dengan masalah fisik yang belum sepenuhnya pulih setelah serangkaian cedera serius dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut tidak membuat rider Ducati Lenovo Team itu kehilangan daya saing. Menurut manajer tim Davide Tardozzi, Marquez memiliki pendekatan tersendiri untuk mengimbangi keterbatasan tubuhnya, yakni dengan kecerdasan, konsentrasi, dan disiplin latihan.
Perjalanan Marquez menghadapi cedera memang tidak singkat. Sejak awal kariernya di MotoGP, rider asal Spanyol tersebut beberapa kali mengalami masalah pada bagian bahu. Salah satu insiden yang cukup berpengaruh terjadi pada 2013 ketika ia mengalami dislokasi bahu setelah kecelakaan di Silverstone.
Masalah itu terus berlanjut hingga memerlukan operasi pada 2018. Kondisi bahunya bahkan semakin mengkhawatirkan karena beberapa kali mengalami dislokasi, termasuk ketika Marquez merayakan keberhasilannya meraih gelar juara dunia di Motegi.
Operasi kembali dijalani pada akhir 2019. Namun, tantangan terbesarnya datang pada 2020 ketika ia mengalami patah tulang humerus akibat kecelakaan di Jerez. Cedera tersebut menjadi awal periode panjang yang dipenuhi operasi, pemulihan, dan kesulitan untuk kembali menemukan performa terbaik.
Dampaknya masih terasa hingga beberapa tahun kemudian. Kecelakaan di Indonesia pada 2025 juga memperburuk kondisi bahunya setelah insiden yang melibatkan Marco Bezzecchi.
Davide Tardozzi melihat Marquez memiliki kemampuan untuk menyesuaikan pendekatan balap ketika tubuhnya tidak berada dalam kondisi ideal. Menurutnya, pengalaman dan kecerdasan menjadi faktor penting yang membantu rider Spanyol tersebut tetap kompetitif.
Tardozzi mengakui bahwa kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih. Bagian bahu kanan, lengan, dan sisi kanan tubuhnya masih mengalami keterbatasan. Meski demikian, Marquez mampu mengimbanginya melalui fokus dan pemahaman terhadap situasi balapan.
"Dia menutupi keterbatasan itu dengan otaknya dan fokusnya," ungkap Tardozzi ketika berbicara kepada TNT Sports setelah MotoGP Malaysia.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan Marquez saat ini tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik. Ia juga harus mempertimbangkan bagaimana menggunakan tenaga, menentukan strategi, dan menyesuaikan gaya berkendara agar tidak terlalu membebani bagian tubuh yang masih bermasalah.
Pendekatan seperti ini menjadi penting dalam MotoGP modern. Seorang rider harus mampu mengendalikan motor dengan presisi tinggi, menghadapi perubahan arah secara cepat, serta mempertahankan konsentrasi selama balapan berlangsung.
Ketika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk mengeluarkan kemampuan secara maksimal, pengambilan keputusan dan pengelolaan tenaga dapat membantu mengurangi dampaknya.
Selain kecerdasan di lintasan, Tardozzi juga menyoroti kebiasaan Marquez dalam mempersiapkan diri. Menurutnya, dedikasi rider tersebut terhadap latihan merupakan sesuatu yang jarang ia temui sebelumnya.
Marquez tidak hanya menjalani latihan di pusat kebugaran. Ia juga menggunakan motor jalan raya dan berlatih di sirkuit kecil untuk mempertahankan kemampuan serta sensitivitasnya terhadap motor.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media