Balap . 03/11/2026, 15:13 WIB

Tardozzi Ungkap Cara Marc Marquez Mengatasi Keterbatasan Fisik di MotoGP

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Tardozzi menilai Marquez selalu memiliki perhatian besar terhadap target yang ingin dicapai. Fokus tersebut terlihat dalam berbagai aktivitas persiapannya, termasuk ketika harus menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera.

"Saya belum pernah melihat orang yang begitu fokus setiap menit dalam sehari untuk mencapai hasil," kata Tardozzi.

Pujian tersebut menunjukkan bagaimana Ducati melihat kontribusi Marquez di luar hasil balapan. Konsistensi dalam menjalani persiapan menjadi bagian penting dari upayanya mempertahankan performa di tengah keterbatasan fisik.

Bagi rider profesional, latihan bukan sekadar meningkatkan kekuatan otot. Persiapan juga mencakup koordinasi tubuh, refleks, keseimbangan, daya tahan, serta kemampuan beradaptasi dengan karakter motor.

Sempat Tertinggal Jauh, Kini Kembali dalam Persaingan Gelar

Perjalanan Marquez pada musim 2026 juga memperlihatkan perubahan situasi yang cukup besar. Setelah mengalami berbagai kendala fisik, ia sempat kesulitan menemukan konsistensi ketika kembali berkompetisi.

Masalah saraf yang muncul pada awal musim menjadi salah satu hambatan tambahan. Penanganan kondisi tersebut akhirnya dilakukan lebih cepat setelah ia mengalami patah kaki di Le Mans, sehingga jadwal operasi yang sebelumnya direncanakan dapat dimajukan.

Marquez kemudian kembali beraksi di Mugello. Namun, performanya setelah comeback belum selalu stabil. Ada balapan ketika ia tampil sangat kompetitif, tetapi pada kesempatan lain ia masih kesulitan menemukan kecepatan yang dibutuhkan.

Meski demikian, kemenangan tetap menjadi bagian penting dari pencapaiannya. Ia berhasil mengumpulkan tujuh kemenangan sepanjang musim sehingga kembali memiliki peluang untuk memperjuangkan gelar juara dunia kedelapan di kelas utama.

Situasi tersebut juga terbantu oleh hasil yang tidak konsisten dari para pesaingnya, termasuk Marco Bezzecchi dan Jorge Martin dari Aprilia.

Tardozzi mengingat bagaimana posisi Marquez sempat tertinggal hingga 102 poin dari Bezzecchi setelah periode sulit pada paruh pertama musim. Namun, ketika MotoGP Malaysia berlangsung dengan tiga seri tersisa, situasinya berubah drastis.

Marquez justru memiliki keunggulan 67 poin atas Bezzecchi. Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan Ducati merasa bangga terhadap kerja tim, para insinyur, dan kontribusi sang rider.

Perubahan Gaya Balap Menjadi Bagian dari Adaptasi

Marquez sendiri sebelumnya mengakui bahwa ia telah mengubah cara berkendara untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tubuhnya. Perubahan tersebut diperlukan agar ia tetap bisa memaksimalkan kemampuan motor tanpa memaksakan bagian tubuh yang belum pulih sepenuhnya.

Dalam olahraga balap motor, kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dari performa. Kondisi fisik, karakter motor, ban, dan kondisi lintasan dapat memengaruhi cara seorang rider mengambil keputusan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com