Bola . 12/10/2025, 18:33 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Kekalahan 0-2 di kandang sendiri dari Belanda pada bulan Juni menjadi pukulan telak bagi The Eagle-Owls.
Meski sempat memetik kemenangan penting atas Malta dan mengalahkan Lithuania 2-1 berkat gol Benjamin Kallman dan Adam Markhiyev, performa Finlandia masih inkonsisten. Kekalahan 1-3 dari Polandia bulan lalu membuat posisi mereka makin sulit.
Dengan absennya beberapa pemain penting seperti kiper utama sekaligus kapten Lukas Hradecky, bek Robert Ivanov (suspensi), dan gelandang veteran Rasmus Schüller (cedera), kekuatan Finlandia dipastikan berkurang.
Posisi penjaga gawang kemungkinan diisi oleh Jesse Joronen, sementara Joel Pohjanpalo akan menjadi tumpuan di lini depan.
Koeman diprediksi akan kembali menurunkan Memphis Depay sebagai ujung tombak, setelah sebelumnya memberi kesempatan pada Wout Weghorst saat melawan Malta.
Depay sudah terlibat dalam delapan kontribusi gol di ajang kualifikasi ini dan berpotensi kembali menjadi pembeda, berduet dengan Gakpo dan Jeremie Frimpong.
Beberapa pemain seperti Matthijs de Ligt, Teun Koopmeiners, dan Noa Lang tak dipanggil dalam jeda internasional kali ini, sementara Donyell Malen, yang sudah mencetak 10 gol dari 27 penampilan sebagai pemain pengganti, siap menjadi opsi dari bangku cadangan.
Belanda tetap menjadi favorit kuat dalam laga ini. Kualitas individu dan kedalaman skuad Oranje jauh di atas Finlandia yang masih berjuang menemukan kestabilan.
Meski hanya terpaut tiga poin di klasemen, performa dan mentalitas kedua tim tampak berbeda jauh.
Finlandia memang sempat mengejutkan dengan kemenangan atas Polandia, tetapi secara keseluruhan mereka telah kalah 11 kali sejak awal tahun lalu.
Menghadapi lini serang eksplosif Belanda, peluang mereka untuk mencuri poin di Amsterdam sangat kecil.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media