Insiden boikot tinju POPNAS 2025 bukan sekadar kisah batalnya pertandingan, melainkan simbol merosotnya integritas dalam pembinaan olahraga pelajar Indonesia. Dugaan nepotisme, campur tangan birokrat, hingga penyalahgunaan anggaran menjadi isu serius yang mengancam masa depan olahraga nasional.
Jika pemerintah tidak segera turun tangan secara objektif dan transparan, dikhawatirkan semangat keolahragaan yang sejatinya menjunjung sportivitas akan digantikan oleh kepentingan sempit segelintir pihak. Dunia olahraga butuh pembenahan serius agar kejadian serupa tidak terulang pada ajang-ajang nasional mendatang. (*)