Bola . 17/11/2025, 17:28 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sepanjang 2025 saja, hasilnya sudah terlihat luar biasa.
Berikut dampak nyata yang dicapai sistem SMPS dalam satu tahun terakhir:
30.000+ unggahan kasar berhasil dilaporkan dalam setahun
11 pelaku diteruskan ke penegak hukum
65.000+ unggahan kebencian ditindak sejak 2022
2.401 akun dipantau di lima platform besar
5,9 juta unggahan dianalisis menggunakan teknologi kecerdasan buatan
1,79 juta postingan ditandai untuk pemeriksaan lebih lanjut
20.587 unggahan resmi dilaporkan untuk dihapus
Angka-angka ini menunjukkan bahwa FIFA tidak lagi bersikap reaktif, tetapi menjalankan serangan balik sistematis, global, dan tanpa kompromi terhadap pelaku kekerasan online.
Dengan langkah besar ini, FIFA mengirimkan pesan kuat pada seluruh dunia sepak bola:
Era kebencian online sedang diputus, satu unggahan demi satu unggahan.
Infantino menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang aman bukan ajang pelecehan, bukan tempat rasisme, dan bukan sarang kekerasan digital.
Momentum Hari Toleransi Internasional menjadi pengingat bahwa misi FIFA bukan sekadar mengatur pertandingan, tetapi juga menjaga mental, martabat, dan keselamatan jutaan insan sepak bola.
Dan kini, lewat operasi digital terbesar ini, FIFA menyatakan perang terbuka kepada pelaku kebencian online tanpa negosiasi, tanpa ampun, tanpa kompromi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media