Bola . 05/01/2026, 15:11 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ketika memakai empat bek, satu gelandang bertahan ikut membantu progresi bola dari lini pertama. Pola ini membuat transisi dari bertahan ke menyerang berjalan efektif dan minim risiko.
Umpan progresif menjadi ciri khas permainan tim Herdman. Umpan diagonal, dorongan bek sayap, hingga pergerakan tanpa bola dari lini kedua kerap digunakan untuk memecah tekanan lawan.
Dalam menyerang, kecepatan dan fluiditas menjadi senjata utama. Pergerakan pemain depan sangat dinamis, sering turun ke ruang antar lini untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain. Variasi serangan yang kaya membuat lawan kesulitan membaca pola permainan.
Meski dikenal agresif dalam menyerang, Herdman sangat menekankan disiplin bertahan. Saat melatih Kanada, ia berhasil membangun tim yang solid, terbukti dari minimnya jumlah kebobolan sepanjang fase akhir kualifikasi Piala Dunia.
Pressing cepat dan jebakan pressing di sisi lapangan diterapkan secara konsisten. Transisi negatif dibaca dengan tajam untuk mematikan potensi serangan balik lawan sejak dini.
Pendekatan ini diyakini akan diterapkan pula di Timnas Indonesia, dengan penyesuaian terhadap karakter pemain dan kondisi sepak bola Asia.
Dengan materi pemain Timnas Indonesia yang terus berkembang, filosofi adaptif John Herdman berpeluang membawa perubahan signifikan.
Bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga identitas permainan yang lebih modern, disiplin, dan berani bersaing.
Era baru Timnas Indonesia pun dimulai dengan harapan besar dan rasa penasaran dari publik sepak bola nasional.
Apakah John Herdman mampu mengulang revolusi seperti yang ia lakukan di Kanada? Waktu akan menjawab, namun satu hal pasti, arah Timnas Indonesia kini tampak lebih jelas dan menjanjikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media