Balap . 25/02/2026, 10:04 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Toprak mengonfirmasi pesan tersebut. “Dia bilang tetap tenang. Jangan terburu-buru. Ini normal,” katanya.
Adaptasi teknis hanyalah satu sisi dari tantangan. Tekanan mental juga memainkan peran besar. Dari posisi dominan di WorldSBK menjadi pebalap terbawah dalam daftar waktu jelas bukan transisi mudah.
Namun Toprak berusaha melihat sisi positifnya. Ia merasa nyaman bekerja dengan tim barunya dan mengapresiasi bantuan rekan setimnya, Jack Miller, yang aktif memberi masukan setiap sesi.
“Saya suka paddock MotoGP. Tapi jika saya lebih cepat, saya rasa saya akan lebih menikmatinya. Tapi ini normal,” ucapnya.
Pernyataan itu menunjukkan kesadaran bahwa perjalanan ini adalah proses jangka panjang. MotoGP adalah level tertinggi, dengan perbedaan waktu yang sangat tipis dan kompleksitas teknis yang jauh lebih tinggi dibanding kategori lain.
Debut balapnya di Buriram akan menjadi ujian nyata. Ia tidak hanya dituntut memperbaiki catatan waktu satu lap, tetapi juga menjaga konsistensi sepanjang balapan.
Musim ini bisa jadi bukan tentang hasil instan bagi Toprak. Ini tentang membangun ulang fondasi, memahami karakter ban, menyelaraskan gaya balap dengan motor prototipe, dan memperkuat mental di tengah tekanan.
Jika proses adaptasi berjalan sesuai rencana, kepercayaan diri yang sempat goyah bisa kembali tumbuh. MotoGP bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga ketahanan menghadapi fase sulit. Dan bagi Toprak, fase itu sedang berlangsung sekarang.
Referensi:
Crash.net – Fabio Quartararo steps in to help “desperate” Toprak Razgatlioglu at Buriram MotoGP Test
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media