Spekulasi ini semakin menguat karena Mercedes disebut-sebut sebagai kandidat terkuat menghadapi musim 2026. Bahkan, pembalap mereka, George Russell, disebut sebagai favorit bandar untuk meraih gelar dunia pertamanya.
Dengan Grand Prix pembuka musim yang akan digelar di Australian Grand Prix pada 8 Maret, tanda tanya besar masih menggantung: apakah upgrade yang tampak sederhana ini sebenarnya bagian dari paket performa yang lebih besar?
Strategi Sunyi yang Berbahaya?
Mercedes tampaknya memilih pendekatan berbeda dibanding rivalnya. Alih-alih memamerkan inovasi secara agresif, mereka bekerja dalam keheningan. Strategi semacam ini bukan hal baru dalam dunia balap, tetapi tetap efektif untuk menjaga kejutan hingga balapan pertama.
Yang jelas, kombinasi sayap belakang baru dan interpretasi unik pada sayap depan menunjukkan satu hal: Mercedes tidak sekadar mengikuti arus regulasi 2026, melainkan mencoba membentuknya sesuai filosofi mereka sendiri.
Jika solusi aerodinamika tersebut terbukti efektif dalam kondisi balapan sesungguhnya, musim 2026 bisa saja kembali menjadi panggung dominasi Silver Arrows. Dan jika benar masih ada performa yang disembunyikan, para rival mungkin sudah mulai merasa waspada bahkan sebelum lampu start di Australia menyala.