fin.co.id - MotoGP Thailand 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Marco Bezzecchi dan Aprilia Racing.
Meskipun simulasi dan data dari tim menunjukkan potensi besar, CEO Aprilia Massimo Rivola mengaku sempat ragu untuk mempercayainya.
Nyatanya, prediksi itu terbukti benar ketika Bezzecchi menjuarai balapan Grand Prix dengan selisih 5,5 detik dari pesaing terdekat Pedro Acosta.
Awal Balapan dan Strategi Bezzecchi
Bezzecchi memulai musim dengan performa impresif, mencatatkan pole position di Buriram.
Meski mengalami kesalahan awal saat memimpin Sprint, pembalap Italia ini bangkit dengan kemenangan lights-to-flag di Grand Prix.
Baca Juga
Data menunjukkan Bezzecchi mengalahkan catatan waktunya sendiri musim lalu hingga 15,941 detik, meskipun masih satu detik di belakang waktu kemenangan Marc Marquez 2025.
Peningkatan performa ini tidak lepas dari perbaikan aerodinamika dan strategi motor Aprilia, termasuk pengukuran CFD dan pemodelan di terowongan angin.
Rivola menekankan, “Simulasi mengatakan kami memiliki peningkatan seperti ini, tapi kami tidak percaya sepenuhnya. Jika separuhnya benar, itu sudah memuaskan. Ternyata lebih dari separuh prediksi kami terbukti nyata.”
Performa Tim dan Faktor Teknis
Selain Bezzecchi, Raul Fernandez berhasil menempati podium ketiga meski mengalami cedera bahu saat pemanasan.
Baca Juga
Keberhasilan ini menegaskan kemampuan Aprilia bersaing, terutama di lintasan yang sebelumnya bukan menjadi keunggulan mereka.
Analisis sektor balapan menunjukkan Bezzecchi unggul di tikungan dalam, sementara Marc Marquez lebih cepat di lintasan lurus dan sektor awal.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa fokus pada detail aerodinamika, pengaturan motor, dan pemahaman strategi balapan dapat menghasilkan hasil maksimal.