Yamaha Akui Mesin V4 Baru Masih Tertinggal dari Para Rival

sport.fin.co.id - 10/03/2026, 12:45 WIB

Yamaha Akui Mesin V4 Baru Masih Tertinggal dari Para Rival

Fabio Quartararo, Image: @fabioquartararo20 / Instagram

“Para pembalap memberikan 110 persen, perusahaan juga memberikan 110 persen. Kami akan terus melangkah, satu langkah demi satu langkah,” katanya.

Strategi Jangka Panjang Menuju Regulasi Baru MotoGP

Keputusan Yamaha untuk mengembangkan mesin V4 tidak hanya didorong oleh kebutuhan performa saat ini. Langkah tersebut juga berkaitan erat dengan perubahan regulasi MotoGP yang akan mulai berlaku pada musim 2027.

Pada era baru tersebut, kapasitas mesin akan diturunkan menjadi 850cc dan regulasi aerodinamika juga akan mengalami perubahan signifikan. Desain motor yang lebih ramping diperkirakan akan menjadi keuntungan besar bagi tim yang menggunakan konfigurasi mesin V4.

Karena alasan itu, Yamaha memilih untuk memulai proyek ini lebih awal meskipun menyadari bahwa hasilnya tidak akan langsung terlihat dalam waktu singkat.

Pavesio menegaskan bahwa musim 2026 akan menjadi tahun pembelajaran bagi tim. Yamaha akan memanfaatkan berbagai konsesi pengembangan yang tersedia untuk mempercepat proses peningkatan performa.

“Setiap kali kami turun ke lintasan, kami menemukan hal baru yang harus diperbaiki. Kami masih memahami pengaturan dasar motor ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tim berharap performa motor akan terus meningkat sepanjang musim. Proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap sambil mengumpulkan data dari setiap seri balapan.

Harapan Yamaha untuk Kembali Kompetitif

Meskipun menghadapi awal yang sulit, Yamaha tetap berkomitmen untuk mengembangkan proyek V4 hingga mampu bersaing kembali di barisan depan MotoGP. Sejarah panjang Yamaha di ajang balap motor dunia membuat pabrikan ini memiliki pengalaman besar dalam membangun motor kompetitif.

Pada musim sebelumnya, kekuatan utama Yamaha justru berada pada performa kualifikasi. Quartararo berhasil meraih lima pole position sepanjang musim, menunjukkan bahwa motor M1 masih memiliki keunggulan dalam satu lap cepat.

Namun dalam proyek V4 baru ini, Yamaha harus mengorbankan sebagian keunggulan tersebut demi mengejar konsistensi dan performa jangka panjang dalam balapan.

Langkah tersebut memang berisiko, tetapi dianggap sebagai strategi yang diperlukan untuk menghadapi perubahan besar di masa depan MotoGP.

Pavesio menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas dalam proyek ini. Semua kemajuan harus dicapai melalui proses pengembangan yang berkelanjutan.

“Kami bertekad untuk mengembangkan proyek ini sampai saatnya kami kembali kompetitif,” ujarnya.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID