fin.co.id - MotoGP sedang menyiapkan sistem crash warning terbaru yang akan memberi peringatan instan kepada pembalap saat terjadi kecelakaan di lintasan.
Sistem ini memanfaatkan sensor onboard dan perangkat lunak canggih untuk mendeteksi jatuhnya motor secara otomatis.
Setelah deteksi, sinyal dikirim ke pusat pengelolaan waktu, kemudian lampu belakang khusus di motor-motor yang berada di zona bahaya menyala sebagai peringatan.
Lampu ini dirancang lebih cepat dan jelas dibanding metode tradisional seperti bendera kuning, panel lintasan, atau dashboard indikator.
Alasan Debut Crash Warning Masih Ditunda
Meskipun sistemnya sudah siap, debut penuh MotoGP crash warning harus tertunda karena akurasi GPS yang saat ini belum optimal.
Baca Juga
Direktur Teknologi MotoGP, Corrado Cecchinelli, menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah menentukan pembalap mana yang harus menerima peringatan.
“Sistem crash warning siap dipasang, tapi pengelolaannya… membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Kami ingin sistem ini bekerja sangat baik sejak awal,” ujarnya.
Saat ini, GPS di MotoGP lebih banyak digunakan untuk keperluan media dan tidak cukup presisi untuk keselamatan.
GPS standar belum mampu membedakan motor yang berhenti di lintasan atau jalan layanan, dan bisa gagal mengenali jika pembalap sudah keluar dari zona bahaya dalam split-second saat kecelakaan.
Baca Juga
Perangkat lunak deteksi kecelakaan sudah berfungsi dengan beberapa false positive yang masih dapat diterima, tetapi lokasi pembalap yang akurat masih dibutuhkan.
Revolusi GPS 2027 Jadi Kunci
Solusi utama akan hadir pada 2027, saat MotoGP merencanakan revolusi GPS.
Sistem baru ini akan meningkatkan akurasi lokasi pembalap dan memungkinkan informasi GPS dibagikan ke semua tim setelah sesi latihan atau balapan.