Kalah dari 4 Motor Aprilia di Buriram Jadi Tamparan Keras buat Ducati

sport.fin.co.id - 12/03/2026, 08:33 WIB

Kalah dari 4 Motor Aprilia di Buriram Jadi Tamparan Keras buat Ducati

Marc Marquez, Image @marcmarquez93 / Instagram

fin.co.id - Awal musim 2026 di ajang MotoGP menghadirkan kejutan besar bagi tim pabrikan Ducati. Tim yang selama beberapa musim terakhir dikenal sangat dominan justru memulai musim dengan hasil yang mengecewakan di seri pembuka Thailand.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, bahkan menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman yang terasa seperti menerima “empat tamparan di wajah”. Pernyataan itu menggambarkan betapa beratnya hasil balapan pertama musim ini bagi Ducati.

Awal Musim yang Mengejutkan

Balapan pembuka musim MotoGP 2026 berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand. Ducati datang dengan ekspektasi tinggi setelah performa kuat dalam beberapa musim terakhir.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Empat pembalap dari tim Aprilia mampu tampil lebih cepat dan finis di depan para pembalap Ducati.

Keempat pembalap tersebut adalah Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura.

Bagi Ducati, situasi ini jelas tidak biasa. Dalam beberapa musim terakhir mereka sering mendominasi podium. Karena itulah Tardozzi menggambarkan hasil ini sebagai pukulan keras bagi timnya.

Ia mengatakan bahwa tim harus segera bangkit dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.

“Kami harus bekerja keras dan mengeluarkan semua yang kami miliki,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia.

Rekor Panjang Ducati Akhirnya Terhenti

Kekecewaan Ducati semakin terasa karena hasil di Buriram juga menghentikan salah satu rekor paling impresif mereka.

Selama beberapa tahun terakhir, Ducati berhasil mencatat 88 balapan grand prix berturut-turut dengan setidaknya satu podium. Konsistensi tersebut menunjukkan dominasi mereka di MotoGP.

Namun rekor itu akhirnya terhenti di seri pembuka musim 2026. Tidak ada satu pun pembalap Ducati yang berhasil naik podium dalam balapan tersebut.

Bagi tim yang terbiasa berada di barisan depan, kegagalan mempertahankan rekor panjang seperti itu tentu menjadi pukulan psikologis yang besar.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID