Bahkan muncul langkah kontroversial ketika Menteri Dalam Negeri Malaysia disebut mengeluarkan dokumen baru berupa akta bagi kakek dan nenek para pemain tersebut.
Langkah ini dilakukan melalui diskresi administratif, namun tidak disertai bukti dokumen asli yang dapat diverifikasi secara historis.
Kebijakan tersebut memicu kritik tajam karena dianggap sebagai upaya mempertahankan kesalahan yang telah terbukti secara hukum.
AFC Akui Status Mereka di Liga Malaysia
Yang membuat polemik semakin rumit adalah sikap AFC.
Meski CAS telah menyatakan para pemain ilegal untuk level tim nasional, AFC masih mengakui mereka sebagai pemain lokal di liga domestik Malaysia.
Keputusan ini membuat situasi menjadi ambigu.
Baca Juga
Di satu sisi pemain tidak boleh bermain untuk tim nasional, namun di sisi lain mereka tetap dianggap sebagai pemain domestik dalam kompetisi liga Malaysia.
Banyak pengamat menilai kebijakan ini berpotensi menciptakan preseden buruk dalam sistem regulasi sepak bola Asia.
Media Vietnam Bongkar Sistem Naturalisasi Malaysia
Media Vietnam Soha.vn turut mengulas kontroversi tersebut dan membandingkan aturan naturalisasi FIFA dengan regulasi yang berlaku di Malaysia.
Dalam laporan mereka disebutkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara syarat pemain naturalisasi untuk tim nasional dan liga domestik.
Baca Juga
Menurut mereka:
“Perbedaan terbesar antara sistem lisensi FIFA dan liga Malaysia adalah persyaratan bahwa pemain naturalisasi harus telah tinggal di Malaysia atau berasal dari Malaysia selama lima tahun.”