fin.co.id - Pebalap Aprilia, Ai Ogura, secara terbuka mengungkap kelemahan paling mencolok dari Yamaha pada MotoGP 2026: kekurangan tenaga di lintasan lurus. Pernyataan itu muncul setelah dirinya dengan mudah menyalip Fabio Quartararo dalam Sprint Race GP Brasil.
Ogura bahkan mengaku merasa tidak enak saat melewati Quartararo, karena perbedaan performa motor terlihat sangat jelas.
Ia mengatakan bahwa menyalip rider Yamaha terasa sangat mudah, terutama di trek lurus. Dalam penuturannya, ia menyebut bahwa hampir semua pebalap mampu melewati Quartararo di bagian tersebut.
Situasi ini menjadi ironi, mengingat Quartararo tampil impresif saat sesi kualifikasi. Ia bahkan sempat menyalip Marc Marquez dan menempati posisi kedua di awal balapan Sprint.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama.
Baca Juga
Data Kecepatan Jadi Bukti Nyata
Kelemahan Yamaha bukan sekadar opini, tetapi didukung oleh data kecepatan puncak yang cukup mencolok.
Motor Yamaha yang dikendarai Quartararo hanya mampu mencatat kecepatan maksimum 340,6 km/jam sepanjang akhir pekan. Angka ini tertinggal cukup jauh dibandingkan rivalnya.
Sebagai perbandingan:
-
Ducati milik Marc Marquez mencapai 348,3 km/jam
-
Aprilia RS-GP yang dikendarai Ogura tembus 345,0 km/jam
Selisih ini mungkin terlihat kecil di atas kertas, tetapi di lintasan MotoGP, perbedaan beberapa km/jam saja sudah cukup untuk menentukan hasil duel di trek lurus.
Ogura pun menegaskan bahwa faktor tenaga mesin menjadi pembeda utama.
Ia bahkan menyebut, “Saya merasa sedikit kasihan kepadanya karena ini murni soal tenaga.” Pernyataan ini menggambarkan betapa besar gap performa yang terjadi.