Bola . 01/04/2026, 20:10 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Meski kalah, banyak suporter menilai permainan Indonesia cukup dominan dibanding Bulgaria.
Sebagian besar kritik justru diarahkan kepada strategi permainan Bulgaria yang dinilai terlalu defensif.
Banyak penggemar menganggap tim Eropa tersebut bermain terlalu bertahan setelah mencetak gol.
Sejumlah komentar dari suporter di media sosial bahkan menyebut gaya permainan Bulgaria seperti tim dengan peringkat jauh di bawah mereka.
Padahal secara ranking dunia, Bulgaria berada jauh di atas Indonesia.
Saat ini Bulgaria menempati posisi sekitar peringkat 80-an dunia, sementara Indonesia masih berada di kisaran peringkat 120 dunia.
Jika dilihat dari jalannya pertandingan, Indonesia sebenarnya mampu mengimbangi permainan tim Eropa tersebut.
Skuad Garuda menunjukkan penguasaan bola yang lebih baik serta mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Namun kurangnya keberuntungan menjadi faktor yang membuat Indonesia gagal mencetak gol.
Dua peluang emas yang membentur tiang gawang menjadi bukti bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan.
Meski gagal meraih trofi, banyak pengamat menilai ada perkembangan positif dalam permainan Timnas Indonesia.
Di bawah arahan pelatih baru John Herdman, permainan Garuda mulai terlihat lebih terorganisir dan agresif.
Herdman sendiri dikenal sebagai pelatih yang memiliki pengalaman internasional setelah sebelumnya menangani tim nasional Kanada.
Dengan waktu persiapan yang lebih panjang ke depan, banyak pihak optimistis Indonesia bisa tampil lebih kompetitif di turnamen internasional berikutnya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media