Verstappen Pertimbangkan Pensiun, Red Bull Janjikan Mobil yang Lebih Kompetitif

sport.fin.co.id - 01/04/2026, 09:23 WIB

Verstappen Pertimbangkan Pensiun, Red Bull Janjikan Mobil yang Lebih Kompetitif

Max Verstappen, Image @maxverstappen1 Instagram

Ia menegaskan bahwa situasi sulit seperti ini justru menjadi bagian dari proses dalam Formula 1. Tim yang mampu beradaptasi dan berkembang adalah yang akan kembali ke puncak.

Isyarat

Dalam wawancara lainnya, Verstappen mengungkapkan pergulatan batin yang jarang terlihat dari seorang pembalap papan atas. Ia mengaku mulai mempertanyakan apakah semua yang ia jalani saat ini masih sepadan dengan pengorbanan yang diberikan.

“Aku ingin berada di sini untuk bersenang-senang dan menikmati semuanya. Tapi saat ini, itu tidak benar-benar terjadi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi bahwa kariernya di F1 bisa saja berakhir lebih cepat dari kontraknya bersama Red Bull Racing yang sejatinya masih berlaku hingga 2028.

Salah satu faktor utama yang membuat Verstappen kehilangan gairah adalah perubahan regulasi mesin dan mobil yang mulai diterapkan pada musim 2026. Ia bahkan menyindir arah perkembangan F1 saat ini dengan menyebutnya “seperti Formula E yang berlebihan”.

Komentar tersebut mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap arah teknis olahraga yang selama ini menjadi panggung kejayaannya. Bagi Verstappen, sensasi mengemudi yang ia rasakan kini tidak lagi memberikan kepuasan seperti sebelumnya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun masih menikmati bekerja dengan timnya, pengalaman di dalam mobil justru menjadi bagian yang paling sulit untuk dinikmati.

“Tim ini seperti keluarga kedua. Tapi saat duduk di dalam mobil, rasanya tidak lagi menyenangkan,” ujarnya.

Antara Karier dan Kehidupan Pribadi

Di usia 28 tahun, Verstappen kini berada di fase kehidupan yang berbeda. Setelah menjadi seorang ayah, perspektifnya terhadap karier mulai berubah. Ia mulai mempertimbangkan waktu bersama keluarga sebagai sesuatu yang jauh lebih berharga.

Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa kalender balapan yang padat juga menjadi beban tersendiri. Dengan lebih dari 20 seri dalam satu musim, tekanan fisik dan mental menjadi semakin besar.

Ia pun mulai bertanya pada dirinya sendiri apakah semua itu masih layak dijalani jika rasa bahagia perlahan menghilang.

Opsi Masa Depan: Beralih ke Balap GT3

Jika benar-benar meninggalkan F1, Verstappen tidak akan sepenuhnya menjauh dari dunia balap. Ia telah menyiapkan alternatif yang tidak kalah menarik, yakni fokus pada balapan GT3.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID