Balap . 29/05/2026, 09:12 WIB

FIA Siapkan Aturan Baru, Dominasi Mercedes di F1 Terancam

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Federasi otomotif dunia FIA mulai memberlakukan aturan baru terkait pengukuran rasio kompresi mesin Formula 1 menjelang GP Monaco 2026. Regulasi anyar ini langsung menarik perhatian karena diduga dapat memengaruhi dominasi tim Mercedes yang tampil nyaris sempurna sejak awal musim.

Mercedes sejauh ini tampil sangat kuat di Formula 1 2026 dengan menyapu bersih kemenangan dalam lima grand prix pertama musim ini. Namun, perubahan aturan teknis yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026 membuat banyak pihak penasaran apakah performa mereka masih akan tetap superior.

Kontroversi Dugaan Celah Regulasi Mesin

Perdebatan bermula ketika sejumlah rival menuding Mercedes menemukan celah dalam aturan rasio kompresi mesin baru F1. Pada regulasi mesin 2026, FIA menurunkan batas rasio kompresi dari 18:1 menjadi 16:1.

Masalah muncul karena pengukuran awal hanya dilakukan dalam kondisi mesin dingin atau statis. Beberapa rival seperti Ferrari, Honda, dan Audi menduga Mercedes memanfaatkan material tertentu agar perubahan suhu mesin tidak terlalu memengaruhi rasio kompresi ketika mesin bekerja pada temperatur tinggi.

Situasi itu diyakini bisa memberikan keuntungan performa tambahan pada mobil Mercedes. Bahkan, rumor mengenai keuntungan tersebut sudah beredar sejak masa pramusim Formula 1 2026.

FIA Perketat Pengujian Mesin

FIA akhirnya mengambil langkah dengan memperbarui metode pengujian. Mulai GP Monaco 2026, rasio kompresi mesin akan diuji tidak hanya saat kondisi dingin, tetapi juga ketika mesin mencapai suhu operasional sekitar 130 derajat Celsius.

Dalam pernyataannya, FIA menyebut perubahan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus mempertahankan tujuan utama regulasi mesin baru.

FIA menyatakan bahwa rasio kompresi menjadi salah satu fondasi penting aturan mesin generasi terbaru Formula 1. Oleh sebab itu, pengawasan pada kondisi panas dianggap perlu agar tidak ada tim yang memperoleh keuntungan teknis berlebihan.

Awalnya aturan tersebut direncanakan berlaku mulai Agustus 2026. Namun, setelah diskusi lanjutan dengan para pabrikan mesin, penerapannya dipercepat menjadi Juni 2026.

Mercedes Coba Meredam Kontroversi

Bos Mercedes, Toto Wolff, mencoba meredam isu yang berkembang. Ia menyebut kontroversi tersebut hanya “badai dalam secangkir teh” dan menilai dampaknya tidak akan terlalu besar terhadap performa tim.

Menurut Wolff, perubahan regulasi hanya memengaruhi tenaga mesin dalam jumlah kecil. Ia memperkirakan selisih performa hanya berada di kisaran 2 hingga 3 brake horsepower.

Namun, pandangan berbeda muncul dari rival-rival Mercedes. Beberapa pihak memperkirakan keuntungan performa yang diperoleh bisa mencapai sekitar 0,3 detik per lap, angka yang cukup signifikan dalam persaingan Formula 1 modern.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com