Balap . 29/05/2026, 09:12 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Juara dunia Red Bull, Max Verstappen, bahkan sempat bercanda bahwa angka keuntungan tenaga yang disebut Wolff seharusnya “ditambah satu nol lagi”.
Ferrari menjadi salah satu tim yang paling aktif mendesak FIA untuk segera memperjelas aturan tersebut sebelum musim dimulai. Meski begitu, bos Ferrari, Fred Vasseur, tidak yakin perubahan aturan ini langsung mengubah peta persaingan.
Ia menilai selisih performa Mercedes kemungkinan masih tetap sulit dikejar hanya dengan revisi pengukuran rasio kompresi.
Sementara itu, Red Bull sempat terlihat memiliki sikap berubah-ubah terhadap kontroversi ini. Pada awalnya, kubu Red Bull menganggap isu tersebut tidak terlalu penting. Namun seiring berjalannya musim dan dominasi Mercedes terus berlanjut, perhatian terhadap aturan mesin semakin besar.
Meski aturan baru mulai berlaku di Monaco, dampaknya mungkin belum langsung terlihat jelas. Sirkuit jalan raya Monaco dikenal bukan lintasan yang terlalu bergantung pada tenaga mesin karena karakteristiknya yang sempit dan penuh tikungan lambat.
Sebaliknya, Monaco lebih menitikberatkan pada aerodinamika, traksi, serta kemampuan pembalap menjaga ritme di lintasan sempit.
Ferrari bahkan diprediksi bisa menjadi ancaman serius di Monaco karena kelemahan kecepatan garis lurus mereka tidak terlalu terekspos di sirkuit tersebut.
Namun, jika performa Mercedes mulai menurun dalam beberapa balapan berikutnya, maka perubahan regulasi ini hampir pasti akan kembali menjadi bahan perdebatan besar di paddock Formula 1.
Aturan baru FIA terkait pengukuran rasio kompresi mesin menjadi salah satu isu teknis terbesar Formula 1 musim 2026. Fokus utama kini tertuju pada Mercedes yang selama ini diduga memperoleh keuntungan dari celah regulasi.
Meski pihak Mercedes menilai dampaknya kecil, rival-rival mereka tetap berharap perubahan aturan ini mampu memperkecil jarak persaingan. GP Monaco pun akan menjadi awal pengamatan penting untuk melihat apakah dominasi Mercedes benar-benar mulai terancam atau justru tetap tak tersentuh.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media