Bola . 10/06/2026, 22:53 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah Amerika Serikat membantah anggapan bahwa penolakan terhadap seorang wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, untuk memasuki wilayah AS berkaitan dengan sentimen pribadi Presiden Donald Trump terhadap negara tersebut.
Penegasan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA, Andrew Giuliani, yang menegaskan bahwa pemerintahan Trump mendukung kehadiran warga dari berbagai negara dan latar belakang dalam ajang olahraga dunia tersebut.
"Presiden, dan hal ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang telah dilakukannya untuk membuka akses bagi orang-orang dari berbagai latar belakang, berbagai latar belakang agama, dan berbagai latar belakang ras, sangat mendukung hal seperti ini," kata Andrew Giuliani, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Giuliani, Presiden Trump menyambut antusias kedatangan masyarakat internasional yang akan menghadiri Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara.
"Dia sangat, sangat senang menyambut warga dunia, baik dari Afrika, Eropa, ataupun Amerika Selatan, untuk datang ke ajang Piala Dunia yang luar biasa ini," katanya menambahkan.
Meski membuka pintu bagi pengunjung dari berbagai negara, pemerintah Amerika Serikat menegaskan tetap akan menerapkan kebijakan keamanan yang ketat selama penyelenggaraan turnamen.
Giuliani menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada pihak-pihak yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan negara.
Namun demikian, Giuliani menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan membiarkan "orang-orang jahat" masuk ke AS dalam keadaan apapun.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintahan Trump berkomitmen menciptakan suasana aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung internasional yang datang ke Amerika Serikat.
"Trump berkomitmen tak hanya bagi warga Amerika, tetapi juga bagi semua pendatang internasional yang hadir untuk Piala Dunia maupun untuk perayaan 250 Tahun Amerika Serikat, untuk memastikan mereka aman dan senang selama di AS," ucap pejabat itu.
Pernyataan pemerintah AS tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap kebijakan imigrasi yang pernah disampaikan Donald Trump.
Pada Januari lalu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mencabut kewarganegaraan Amerika Serikat yang telah diberikan kepada imigran naturalisasi dari Somalia atau negara lain apabila terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap warga Amerika.
Pernyataan itu kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai ditolaknya seorang wasit asal Somalia untuk memasuki wilayah Amerika Serikat menjelang pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media