FIA Tunda Target Rasio 60:40, Reformasi Mesin F1 Dilakukan Bertahap hingga 2028

sport.fin.co.id - 11/06/2026, 07:30 WIB

FIA Tunda Target Rasio 60:40, Reformasi Mesin F1 Dilakukan Bertahap hingga 2028

F1, Image: @F1 / Instagram

fin.co.id - Federasi Automotif Internasional (FIA) resmi mengumumkan perubahan pada roadmap regulasi power unit Formula 1. Target pembagian tenaga 60:40 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem listrik yang semula direncanakan berlaku penuh pada musim 2027 kini ditunda hingga 2028.

Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian diskusi antara FIA, Formula 1, tim-tim peserta, serta para produsen power unit yang akan terlibat pada era regulasi baru, termasuk General Motors yang akan bergabung sebagai pemasok mesin di masa depan.

Awalnya, F1 berencana mengubah komposisi tenaga dari rasio 53:47 menjadi 60:40 mulai musim 2027. Namun sejumlah pabrikan menyuarakan keberatan karena perubahan tersebut dianggap terlalu besar untuk diterapkan hanya dalam satu musim.

Perubahan Bertahap Mulai Musim 2027

Sebagai solusi, FIA memilih pendekatan bertahap selama dua tahun.

Pada musim 2027, tenaga maksimum dari mesin pembakaran internal akan meningkat dari 400 kW menjadi 420 kW. Peningkatan tersebut dimungkinkan melalui kenaikan aliran bahan bakar sebesar 5 persen.

Di sisi lain, tenaga yang dihasilkan MGU-K akan berkurang dari 350 kW menjadi 300 kW. Dengan konfigurasi tersebut, rasio kontribusi tenaga berubah menjadi 58:42 antara ICE dan sistem listrik.

Satu tahun kemudian, tepatnya pada musim 2028, FIA akan kembali meningkatkan output mesin pembakaran internal menjadi 450 kW. Kenaikan itu disertai peningkatan aliran bahan bakar hingga 13 persen dibandingkan regulasi 2026.

Karena tenaga MGU-K tetap berada di angka 300 kW, maka target akhir rasio 60:40 akhirnya tercapai pada musim 2028.

Sistem Pemulihan Energi Juga Disesuaikan

Selain perubahan pada mesin utama, FIA juga mengatur ulang kemampuan sistem pemulihan energi.

Daya maksimum harvesting akan meningkat dari 350 kW menjadi 375 kW pada 2027 dan kembali naik menjadi 400 kW pada 2028.

Sementara itu, mode overtake yang menghasilkan tambahan tenaga sebesar 350 kW tetap dipertahankan tanpa perubahan selama periode transisi tersebut.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan performa sekaligus mengurangi kekhawatiran mengenai manajemen energi yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama pada regulasi baru.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID