Balap . 10/08/2026, 18:34 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Marco Bezzecchi kini menjadi salah satu pembalap terdekat Martin dalam persaingan internal Aprilia. Martin meninggalkan Silverstone dengan keunggulan 31 poin di puncak klasemen.
Posisi tersebut membuat Martin berada dalam situasi yang jauh lebih nyaman dibandingkan sebelum akhir pekan Inggris.
Meski demikian, ia tidak ingin terlalu cepat berpikir mengenai gelar juara dunia.
Menurut Martin, kunci utama untuk mempertahankan performa bukan sekadar memenangkan setiap balapan. Ia ingin Aprilia terus berkembang dan mampu tampil kompetitif di berbagai kondisi.
Martin mengatakan dirinya memiliki kepercayaan penuh kepada kemampuan sendiri maupun tim. Jika performa motor menurun pada suatu akhir pekan, ia tidak menganggap hal tersebut sebagai tanda bahwa dirinya atau tim tidak cukup bagus.
Sebaliknya, masalah tersebut harus dicari dan diperbaiki.
"Yang ingin saya lakukan adalah terus berkembang bersama motor saya," ujar Martin.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena musim MotoGP masih panjang. Performa setiap tim bisa berubah dari satu sirkuit ke sirkuit berikutnya.
Martin pun menyadari akan ada balapan ketika Aprilia mengalami kesulitan. Karena itu, konsistensi menjadi target yang lebih realistis daripada sekadar mengejar kemenangan setiap pekan.
Salah satu hal yang membuat Martin optimistis adalah performa Aprilia sepanjang akhir pekan di Silverstone.
Ia bahkan menyebut akhir pekan tersebut sebagai sesuatu yang hampir sempurna. Martin mampu menggunakan pengaturan motor yang sama sepanjang rangkaian sesi tanpa harus melakukan perubahan besar.
Bagi seorang pembalap, kondisi seperti itu menjadi keuntungan karena membuatnya dapat memahami karakter motor secara lebih baik.
Martin juga menunjukkan kecepatan yang kompetitif sejak sesi kualifikasi. Pole position kemudian dilanjutkan dengan kemenangan Sprint sebelum ia mengamankan podium kedua dalam balapan utama.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media