Balap . 10/08/2026, 18:34 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, Martin tampaknya memilih untuk tidak menjadikan klasemen sebagai beban mental.
Ia justru ingin terus meningkatkan performa dan membiarkan posisi klasemen menjadi konsekuensi dari kerja kerasnya.
Jorge Martin kini memiliki keunggulan 31 poin di puncak klasemen MotoGP setelah meninggalkan Silverstone. Namun, pembalap Aprilia itu tidak ingin terjebak dalam tekanan sebagai pemimpin kejuaraan.
Rahasia pendekatannya justru sederhana, yakni tidak lagi terobsesi dengan posisi klasemen dan kemenangan di setiap balapan. Martin memilih fokus menjadi pembalap yang lebih baik, mengembangkan motor Aprilia, serta menjaga konsistensi.
Pendekatan tersebut terbukti efektif di Silverstone. Meski hanya finis kedua dalam balapan utama, Martin tetap mampu memperlebar keunggulannya karena rival-rivalnya gagal mendapatkan hasil maksimal.
Dengan musim yang masih panjang, konsistensi tersebut bisa menjadi faktor penting dalam upaya Martin mempertahankan posisi teratas hingga perebutan gelar MotoGP memasuki fase akhir.
Referensi:
Crash.net, “I don't really care” - Jorge Martin deflects MotoGP title lead pressure
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media