Bola . 12/08/2026, 10:48 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Model tersebut menunjukkan bahwa FSG tidak sepenuhnya bergantung pada kepemilikan tunggal.
Masuknya investor baru dapat membantu FSG memperoleh keuntungan dari meningkatnya valuasi Liverpool sekaligus mempertahankan kontrol terhadap klub.
Tidak semua suporter Liverpool melihat kabar tersebut sebagai berita positif.
Pengalaman dengan Tom Hicks dan George Gillett masih menjadi bagian penting dari sejarah modern Liverpool.
Ketika Hicks dan Gillett memiliki klub, Liverpool mengalami masalah finansial yang serius. Karena itu, sebagian suporter sangat sensitif terhadap perubahan kepemilikan dan investasi baru.
Spirit of Shankly, kelompok suporter Liverpool, juga mempertanyakan apa yang sebenarnya akan diperoleh konsorsium dari kepemilikan 30 persen tersebut.
Pertanyaan mengenai hak pengambilan keputusan, keterlibatan di jajaran direksi, serta latar belakang para investor menjadi hal penting.
Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan Liverpool hanya dijadikan trophy asset, yaitu aset prestisius yang dimiliki karena nilai dan reputasinya, bukan karena investor memiliki komitmen jangka panjang terhadap klub.
Nama Jeff Bezos juga membawa persoalan tersendiri.
Amazon telah menghadapi kritik terkait kondisi kerja dan hubungan perusahaan dengan serikat pekerja. BBC mencatat bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu alasan sebagian suporter mempertanyakan apakah pendekatan bisnis Bezos akan sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini melekat pada Liverpool.
Liverpool memiliki identitas yang kuat dengan akar masyarakat pekerja di kota tersebut.
Karena itu, sebagian fans tidak hanya melihat investasi dari jumlah uang yang dibawa, tetapi juga dari bagaimana calon investor memperlakukan klub, komunitas, pekerja, dan suporter.
Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting karena sepak bola Inggris telah berubah menjadi industri olahraga global dengan nilai komersial yang sangat besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media