Pol Espargaro Tertinggal 41 Detik di Silverstone, Akui Motornya Terlalu Lambat
Pol Espargaro memang berhasil membawa pulang poin dalam penampilannya di MotoGP Inggris 2026. Namun, pembalap penguji KTM itu justru tidak terlalu
Komentar Espargaro mengenai eco lap menjadi salah satu bagian paling menarik dari pengakuannya.
Dalam MotoGP, pembalap harus mengelola konsumsi bahan bakar dan kondisi ban sepanjang balapan. Karena itu, pembalap terkadang melakukan lap dengan kecepatan lebih rendah untuk membantu menghemat bahan bakar.
Espargaro mengatakan dirinya bahkan tidak berada dalam situasi yang mengharuskannya melakukan hal tersebut.
Ia bercanda bahwa kecepatannya sudah terlalu rendah sehingga tidak membutuhkan eco lap untuk menghemat bahan bakar.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan betapa tidak puasnya Espargaro terhadap kecepatannya sendiri di Silverstone.
Kembali dari Motor 850cc ke MotoGP 1000cc
Salah satu faktor yang membuat adaptasi Espargaro tidak mudah adalah pekerjaannya sebagai pembalap penguji KTM.
Baca Juga
Dalam beberapa waktu terakhir, ia lebih banyak menghabiskan waktu mengembangkan motor 850cc yang dipersiapkan untuk era baru MotoGP. Ketika kembali mengendarai motor 1000cc dalam situasi balapan, perbedaannya terasa sangat besar.
Espargaro mengatakan dirinya perlu kembali merasakan karakter motor 1000cc agar memahami betapa ekstremnya perkembangan MotoGP saat ini.
Menurutnya, motor 1000cc menjadi semakin cepat dari tahun ke tahun. Mesin yang sangat bertenaga dan perkembangan keseluruhan motor membuat kategori MotoGP saat ini terasa sangat ekstrem bagi pembalap yang kembali setelah lama tidak menjalani balapan.
Pengalaman tersebut menjadi menarik karena MotoGP memang akan memasuki era regulasi baru dengan mesin 850cc mulai 2027.
Baca Juga
Pedro Acosta Lebih Cepat 35 Detik
Performa Espargaro juga dapat dibandingkan dengan Pedro Acosta yang menjadi pembalap KTM dengan posisi finis terbaik di Silverstone.
Acosta menyelesaikan balapan di posisi kelima. Ia berada sekitar 35 detik di depan Espargaro.
Perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa motor Espargaro memiliki masalah besar. Kondisi pembalap, ritme balapan, adaptasi, serta pengalaman menjalani kompetisi secara rutin juga berpengaruh besar.