Balap . 13/08/2026, 10:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kapasitas mesin akan turun menjadi 850 cc dan berbagai aspek teknis motor akan mengalami perubahan. Kondisi tersebut membuat semua pabrikan memiliki kesempatan untuk membangun ulang paket motor mereka.
Bagi Quartararo, perubahan regulasi tersebut merupakan bagian penting dari pertimbangannya.
Ia menganggap kepindahan ke Honda sebagai sebuah perjudian, tetapi melihat adanya perkembangan positif dalam cara Honda mengembangkan motor.
Quartararo juga menilai Honda kini lebih cepat mengambil keputusan teknis dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, salah satu perbedaan besar antara pabrikan Jepang dan Eropa dalam beberapa tahun terakhir adalah keberanian mengambil risiko dalam pengembangan motor.
Ia merasa Yamaha dan Honda sebelumnya terlalu berhati-hati sehingga tertinggal dari Ducati dan Aprilia dalam kecepatan pengembangan.
Optimisme Quartararo terhadap Honda bukan tanpa alasan.
Honda sudah lebih awal mengembangkan motor untuk menghadapi regulasi 2027. Prototipe pertama motor tersebut bahkan telah menjalani pengujian sejak akhir 2025.
Honda juga melakukan perubahan besar dalam struktur teknisnya. Romano Albesiano, yang sebelumnya menjadi direktur teknis Aprilia, direkrut untuk menangani posisi teknis penting di Honda.
Selain itu, Honda memperkuat tim penguji dengan kehadiran Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Honda tidak hanya mengandalkan pendekatan lama untuk menghadapi era baru MotoGP.
Honda juga melakukan perubahan pada struktur manajemen. Situasi ini menjadi salah satu alasan Quartararo percaya bahwa proyek 2027 memiliki potensi berbeda dibandingkan motor Honda pada beberapa musim sebelumnya.
Pada akhirnya, keputusan Quartararo bukan hanya mengenai mengejar kemenangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media