Balap

Ducati Siap Bangkit di Aragon, Bagnaia Prediksi Aprilia Bakal Kesulitan

Ducati datang ke MotoGP Aragon 2026 dengan misi bangkit setelah menjalani akhir pekan yang mengecewakan di Silverstone. Francesco "Pecco" Bagnaia percaya

Ducati Siap Bangkit di Aragon, Bagnaia Prediksi Aprilia Bakal Kesulitan
Bagnaia, Image: @pecco63 / Instagram

fin.co.id - Ducati datang ke MotoGP Aragon 2026 dengan misi bangkit setelah menjalani akhir pekan yang mengecewakan di Silverstone. Francesco "Pecco" Bagnaia percaya karakter MotorLand Aragon akan membuat situasi berbeda dan memberi Ducati peluang lebih besar untuk menandingi, bahkan mengungguli Aprilia.

Optimisme Bagnaia bukan tanpa alasan. Menurut pembalap Ducati Lenovo Team tersebut, karakter lintasan Aragon lebih mendekati Brno, sirkuit yang dinilainya lebih cocok dengan karakter Desmosedici dibandingkan Silverstone.

Aprilia sebelumnya tampil sangat dominan pada MotoGP Inggris. Pabrikan asal Noale itu menguasai tiga posisi podium dalam Sprint maupun balapan utama melalui para pembalap yang menggunakan RS-GP. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Ducati yang justru kesulitan menemukan performa terbaiknya.

Namun, Bagnaia menilai dominasi tersebut belum tentu bisa diteruskan ketika kejuaraan memasuki MotorLand Aragon.

Bagnaia Yakin Situasi Berbeda di Aragon

Bagnaia secara terbuka menyebut MotoGP Aragon akan menjadi cerita yang berbeda dibandingkan Silverstone.

"Ini adalah cerita yang berbeda dibandingkan Silverstone. Saya yakin Ducati di sini akan memiliki potensi lebih besar daripada Aprilia karena tingkat grip dan layout-nya lebih mirip Brno. Trek seperti ini cocok untuk kami," kata Bagnaia.

Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Ducati bahwa karakter sirkuit dapat memainkan peran besar dalam menentukan keseimbangan kekuatan antara Desmosedici dan Aprilia RS-GP.

MotorLand Aragon memiliki sejumlah tikungan panjang dan cepat. Karakter seperti itu dinilai lebih sesuai dengan gaya berkendara Bagnaia dibandingkan sirkuit dengan banyak tikungan sempit.

Bagnaia bahkan menyebut Aragon sebagai salah satu lintasan dengan konfigurasi berlawanan arah jarum jam yang membuatnya merasa nyaman.

"Biasanya saya kesulitan ketika tikungannya sempit. Di trek ini ada banyak tikungan yang sangat panjang dan cepat, dan itu lebih baik bagi saya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kombinasi pengereman keras dan tikungan kiri yang terbuka turut membantu dirinya memaksimalkan gaya balap.

Silverstone Jadi Akhir Pekan yang Sulit

Optimisme Bagnaia di Aragon muncul setelah dirinya mengalami salah satu akhir pekan terberat pada musim 2026 di Silverstone.

Pembalap Italia tersebut hanya mampu finis ke-17 dalam Sprint sebelum mengalami kecelakaan pada balapan utama. Salah satu masalah terbesar yang dirasakannya adalah kurangnya grip ban belakang.

Berita Terkait