Balap . 01/09/2026, 17:13 WIB

Verstappen Kecelakaan di Lap Pertama, Prosedur Start Zandvoort Disorot

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Kecelakaan Max Verstappen pada lap pertama Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort memunculkan sorotan terhadap prosedur start yang digunakan dalam kondisi lintasan campuran. Sebagian besar permukaan trek memang sudah kering, tetapi beberapa bagian, terutama tikungan terakhir, masih menyimpan area basah yang membuat grip sulit diprediksi.

Situasi tersebut langsung menghadirkan kekacauan ketika balapan dimulai. Verstappen kehilangan kendali atas mobil Red Bull miliknya setelah ban belakang kanan menyentuh bagian kerb yang masih basah. Mobilnya kemudian meluncur keluar lintasan dan menghantam dinding beton di bagian luar tikungan terakhir.

Pada waktu yang hampir bersamaan, pembalap Audi Gabriel Bortoleto juga mengalami kehilangan kendali hingga mobilnya berputar 360 derajat. Bortoleto beruntung dapat menghindari kecelakaan yang lebih serius meskipun insiden tersebut terjadi di tengah rombongan pembalap.

Kondisi tersebut kemudian membuat prosedur start Grand Prix Belanda menjadi bahan evaluasi. Pierre Gasly mengungkapkan bahwa situasi di Zandvoort akan ditinjau setelah para pembalap memberikan masukan mengenai kondisi lintasan dan keputusan sebelum balapan dimulai.

Kondisi Lintasan Zandvoort Tidak Seragam

Salah satu persoalan utama pada start balapan tersebut adalah perbedaan kondisi antara satu bagian lintasan dengan bagian lainnya. Mayoritas trek Zandvoort sudah cukup kering untuk penggunaan ban slick, tetapi tikungan terakhir masih lembap.

Air masih berada di bagian bawah tikungan yang memiliki kemiringan cukup besar. Kondisi tersebut membuat mobil dapat kehilangan grip secara mendadak ketika melewati area basah dengan ban slick.

Dalam balapan Formula 1, kondisi semacam ini menjadi salah satu situasi paling sulit bagi pembalap. Ban slick dirancang untuk memberikan daya cengkeram maksimal pada permukaan kering karena tidak memiliki alur untuk membuang air.

Ketika ban tersebut menyentuh permukaan yang masih basah, koefisien gesekan antara ban dan aspal dapat turun secara drastis. Akibatnya, kemampuan mobil untuk berakselerasi, mengerem, maupun mempertahankan arah menjadi lebih sulit diprediksi.

Hal tersebut terlihat dari kecelakaan Verstappen. Gasly menjelaskan bahwa tikungan terakhir merupakan bagian trek yang paling basah.

"Ini adalah tikungan yang paling basah. Kondisinya sangat sulit bahkan ketika keluar dari Tikungan 13. Max mengalami kehilangan kendali yang besar di bagian basah dan dia tidak bisa mengatasinya," kata Gasly.

Prosedur Start F1 Menjadi Pertanyaan

Sebelum balapan dimulai, safety car memimpin formation lap. Namun setelah satu putaran, para pembalap kembali ke grid dan balapan dimulai menggunakan standing start normal.

Keputusan tersebut kemudian dipertanyakan karena pembalap tidak memiliki banyak kesempatan untuk merasakan kondisi tikungan terakhir dalam kecepatan yang lebih representatif sebelum start.

Gasly mengatakan dirinya sebenarnya lebih memilih formation lap biasa apabila safety car hanya digunakan selama satu putaran.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com