Diggia Akui Aprilia Lebih Unggul di Misano, Marc Marquez Jadi Pembeda Ducati
Fabio di Giannantonio (Diggia) mengakui Aprilia sedang memiliki keunggulan dibanding Ducati di Sirkuit Misano. Namun, menurut pembalap VR46 Racing Team itu
Karena itu, dirinya kembali menegaskan bahwa Ducati perlu meningkatkan performa bagian depan motor. Perbaikan tersebut dibutuhkan agar pembalap dapat lebih percaya diri saat mengerem dalam dan mempertahankan kecepatan di tikungan cepat.
Marc Marquez Disebut Menjadi Pembeda Ducati
Di tengah pengakuan bahwa Aprilia saat ini lebih kuat di Misano, Di Giannantonio menilai Marc Marquez sebagai faktor pembeda bagi Ducati. Marquez dinilai dapat menutup sebagian kelemahan motor melalui bakat, adaptasi, dan kontribusinya dalam arah pengembangan Desmosedici.
“Marc melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tentu Marc adalah Marc, tetapi tampaknya pengembangan yang ia lakukan juga lebih baik daripada kami,” kata Di Giannantonio.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kecepatan Ducati tidak hanya ditentukan oleh karakter dasar motor. Kemampuan pembalap dalam memahami batas motor, memilih gaya berkendara, serta memberikan masukan teknis kepada tim dapat menghasilkan perbedaan besar di lintasan.
Di Giannantonio menilai Marquez mampu membawa Ducati ke level Aprilia, meski RS-GP secara karakter terlihat lebih cocok dengan tuntutan Misano. Ia pun melihat situasi itu sebagai bahan pembelajaran bagi dirinya dan Ducati.
“Sepertinya dia bisa membawa Ducati ke level Aprilia. Jadi kami harus belajar darinya seperti biasa,” ucap Di Giannantonio.
Baca Juga
Persaingan Gelar Belum Berakhir
Di Giannantonio masih berada di posisi keempat klasemen dunia dan tertinggal 49 poin dari Jorge Martin. Jarak tersebut memang tidak kecil, tetapi pembalap VR46 itu belum menganggap peluangnya tertutup.
Ia tetap menempatkan Aprilia sebagai salah satu ancaman utama dalam perebutan gelar, sementara Marc Marquez adalah pembalap yang tidak boleh diremehkan dalam kondisi apa pun. Namun, hasil Sprint di Misano membuatnya percaya bahwa dirinya masih dapat terlibat dalam pertarungan.
Bagi Ducati, komentar Di Giannantonio menjadi gambaran bahwa dominasi tidak dapat dianggap permanen. Aprilia telah memperlihatkan kekuatan besar di karakter lintasan tertentu, terutama saat motor harus stabil di bawah pengereman dan cepat saat melibas tikungan panjang.
Marc Marquez mungkin mampu mengimbangi kondisi tersebut lewat kualitas individunya. Namun, Ducati tetap membutuhkan peningkatan teknis agar seluruh pembalapnya bisa memaksimalkan motor dengan lebih konsisten.
Baca Juga
Penutup
Fabio di Giannantonio mengakui Aprilia memiliki keunggulan di Misano, terutama dalam tikungan cepat dan fase pengereman masuk tikungan. Keterbatasan kepercayaan pada bagian depan Ducati masih menjadi keluhan yang harus segera dijawab pabrikan Italia itu.
Di sisi lain, Marc Marquez dianggap mampu menjadi pembeda karena dapat membawa Ducati tampil selevel dengan Aprilia. Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan MotoGP bukan hanya soal tenaga mesin, melainkan juga perpaduan karakter motor, pengembangan teknis, serta kemampuan pembalap memaksimalkan paket yang tersedia.