Balap . 13/09/2026, 13:47 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Fabio Quartararo harus mengakhiri Sprint MotoGP San Marino 2026 dengan hasil mengecewakan setelah terjatuh ketika berduel dengan Diogo Moreira di Sirkuit Misano, Italia, Sabtu. Pembalap Yamaha itu menyebut duel yang berlangsung seperti “yoyo” di lintasan lurus membuatnya harus memaksakan pengereman dan akhirnya kehilangan kendali di Tikungan 14.
Juara dunia MotoGP 2021 tersebut sedang memperebutkan posisi ke-11 bersama rookie Honda LCR, Diogo Moreira, pada fase awal balapan sprint. Quartararo sempat berusaha menyalip, tetapi manuver tersebut berujung crash setelah bagian depan motor Yamaha M1-nya terkunci saat memasuki tikungan.
Meski kembali melanjutkan balapan, Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-21. Hasil itu memperpanjang akhir pekan sulit Yamaha di Misano, karena seluruh pembalap pabrikan asal Jepang tersebut kesulitan bersaing untuk meraih poin.
Quartararo menjelaskan bahwa Moreira memiliki kecepatan cukup baik di lintasan lurus. Situasi itu membuat jarak keduanya terus berubah dari satu tikungan ke tikungan lain, menyerupai gerakan yo-yo.
“Dengan Diogo di lintasan lurus, kami seperti bermain yoyo. Dia menjauh, lalu saya berusaha mengejar,” kata Quartararo.
Kondisi tersebut membuat pembalap Prancis itu kehilangan banyak waktu dan harus mengerem lebih lambat untuk mendapatkan posisi yang cukup dekat menjelang kesempatan menyalip. Ia merasa mampu memasuki Tikungan 11 dengan kecepatan tinggi, kemudian mengerem terlambat di Tikungan 12 agar dapat mendekati Moreira.
Namun, masalah utama muncul ketika Yamaha M1 harus melambat secara agresif. Quartararo menilai bagian belakang motornya tidak memberi dukungan yang cukup ketika pengereman keras dilakukan. Akibatnya, ban depan bekerja terlalu berat dan lebih mudah kehilangan cengkeraman.
“Masalahnya, kami tidak punya dukungan dari bagian belakang ketika mencoba mengerem,” ujar Quartararo.
Ia mengakui sebenarnya sudah terlambat untuk tetap berada di belakang Moreira ketika memasuki fase pengereman. Ban depannya mulai terkunci dalam posisi hampir lurus. Saat motor mulai dimiringkan ke arah tikungan, Quartararo tetap mencoba memaksimalkan kecepatan menikung, tetapi upaya tersebut justru membuatnya jatuh.
“Saya mencoba memaksimalkan tikungan, tetapi pada akhirnya terlalu memaksakannya karena saya terjatuh,” katanya.
Crash Quartararo memperlihatkan persoalan yang sedang dihadapi Yamaha pada MotoGP San Marino 2026. Dalam balapan sprint, motor tidak hanya dituntut cepat di lintasan lurus, tetapi juga harus stabil saat pengereman dan mampu memiliki traksi kuat ketika keluar tikungan.
Pengereman yang stabil sangat penting di Misano karena sirkuit ini memiliki banyak perubahan arah serta zona pengereman keras. Ketika bagian belakang motor tidak cukup menopang perpindahan bobot ke depan, tekanan besar akan berpindah ke ban depan. Kondisi tersebut dapat membuat roda depan lebih mudah terkunci, terutama saat pembalap mencoba mengerem sangat terlambat sambil menyiapkan manuver menyalip.
Pada kasus Quartararo, situasi itu semakin sulit karena ia harus menjaga kecepatan agar tidak tertinggal dari Moreira di lintasan lurus. Ia kemudian perlu mengambil risiko lebih besar di area pengereman untuk membuka peluang overtake.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media