Balap . 22/10/2026, 18:28 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Persaingan gelar juara MotoGP 2026 membuat isu team orders di Aprilia kembali menjadi perhatian. Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez akhirnya memberikan penjelasan mengenai pertemuan empat pembalap Aprilia menjelang Grand Prix Australia di Phillip Island.
Keduanya membantah bahwa pertemuan tersebut secara khusus membahas instruksi tim untuk membantu Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia. Bezzecchi dan Fernandez menyebut agenda itu sebagai bagian dari komunikasi rutin antara pembalap dan tim.
Isu team orders mencuat setelah Aprilia gagal memperlebar keunggulan Martin dalam klasemen MotoGP 2026 saat tampil di Mandalika. Padahal, performa motor RS-GP sepanjang akhir pekan di Indonesia menunjukkan potensi besar untuk mendominasi persaingan.
Pada balapan Sprint, Bezzecchi dan Fernandez sempat bersenggolan di Tikungan 1. Sementara itu, Martin kehilangan posisi terdepan akibat persoalan tekanan ban sebelum kesalahan pada fase akhir balapan membuatnya harus puas finis di posisi keempat.
Aprilia kemudian bangkit pada balapan utama dengan mencatatkan hasil bersejarah berupa empat motor di empat posisi terdepan. Namun, Martin hanya finis di posisi ketiga, di belakang Bezzecchi dan Fernandez yang menempati posisi kedua.
Hasil tersebut membuat Martin meninggalkan Mandalika dengan keunggulan hanya dua poin atas Marc Marquez. Jarak itu tidak berubah dibandingkan dengan posisinya sebelum memasuki seri Indonesia.
Situasi tersebut memunculkan perdebatan mengenai kemungkinan Aprilia mengarahkan para pembalapnya untuk membantu Martin. Terlebih, Fernandez sudah tertinggal jauh dalam klasemen dan sedang mengalami cedera patah jari sehingga kemampuannya untuk bersaing di lintasan juga terganggu.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembahasan team orders dalam pertemuan sebelum GP Australia, Bezzecchi menegaskan bahwa agenda tersebut bukanlah rapat khusus untuk menentukan instruksi balapan.
Ia menjelaskan bahwa Aprilia dan tim satelit Trackhouse memiliki hubungan kerja yang erat. Pertemuan untuk bertukar informasi, membicarakan situasi, dan mengevaluasi berbagai hal merupakan bagian normal dari kerja sama mereka.
Fernandez juga membantah bahwa pertemuan tersebut membahas team orders. Dengan nada bercanda, pembalap Trackhouse itu menyebut agenda mereka bukanlah rapat resmi, melainkan sekadar minum kopi.
Bezzecchi kemudian menyetujui pernyataan tersebut dan menambahkan bahwa mereka bahkan meminum dua atau tiga cangkir kopi.
Pernyataan itu memperjelas posisi kedua pembalap yang tidak menganggap pertemuan tersebut sebagai pembahasan mengenai instruksi tim. Meski demikian, isu team orders tetap menjadi perhatian karena persaingan menuju gelar juara dunia semakin ketat.
Aprilia sebelumnya menyatakan bahwa team orders baru akan dipertimbangkan ketika seorang pembalap secara matematis sudah tidak memiliki peluang menjadi juara dunia. Dalam kondisi saat ini, Fernandez menjadi pembalap yang paling mungkin menghadapi situasi tersebut setelah GP Australia, bergantung pada hasil balapan dan perolehan poin.
Kebijakan itu penting karena Aprilia memiliki beberapa pembalap kompetitif yang masih dapat memengaruhi hasil persaingan di papan atas. Keputusan mengenai instruksi tim berpotensi menentukan bagaimana mereka mengatur strategi ketika peluang gelar mulai mengerucut.
Martin memasuki GP Australia dengan keunggulan dua poin atas Marquez. Sementara itu, Bezzecchi tertinggal 46 poin dari Martin, sedangkan Ai Ogura berjarak 96 poin dan Fernandez tertinggal 119 poin.
Dengan lima seri tersisa dan maksimal 185 poin yang masih tersedia, persaingan belum selesai. Bezzecchi masih memiliki peluang untuk memangkas jarak, terlebih Aprilia kembali diperkirakan memiliki motor yang kompetitif di Phillip Island.
Bezzecchi dan Fernandez juga memiliki pengalaman positif di sirkuit tersebut. Keduanya masing-masing meraih kemenangan pada musim sebelumnya, ketika Martin dan Marquez absen karena cedera.
Namun, kondisi cuaca berpotensi memengaruhi jalannya akhir pekan balapan. Prakiraan hujan dapat mengubah tingkat persaingan dan membuat strategi setiap tim menjadi semakin penting.
Bagi Aprilia, tantangannya bukan hanya mempertahankan performa motor, tetapi juga mengelola kepentingan para pembalapnya di tengah perebutan gelar. Martin membutuhkan hasil maksimal untuk menjaga posisinya, sementara Bezzecchi masih berusaha mengejar ketertinggalan.
Bantahan Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez menunjukkan bahwa pertemuan menjelang GP Australia tidak mereka anggap sebagai pembahasan team orders. Keduanya menggambarkannya sebagai komunikasi rutin antara pembalap Aprilia dan Trackhouse.
Meski demikian, isu tersebut kemungkinan tetap menjadi perhatian selama persaingan gelar MotoGP 2026 berlangsung ketat. Dengan selisih hanya dua poin antara Martin dan Marquez, setiap hasil balapan dapat memengaruhi klasemen dan meningkatkan perhatian terhadap strategi Aprilia.
References
Crash.net, Bezzecchi, Fernandez Deny Aprilia MotoGP 'Team Orders' Meeting at Phillip Island.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media