fin.co.id - Fabio Quartararo membuka musim MotoGP 2026 dengan peringatan serius mengenai kondisi Yamaha.
Pebalap asal Prancis ini menegaskan bahwa motor V4 terbaru timnya masih membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mencapai performa yang kompetitif.
Tes awal di Buriram menunjukkan bahwa Yamaha masih tertinggal lebih dari satu detik dari catatan waktu terbaik, menandakan tantangan besar di depan.
Kekurangan Motor dan Kesulitan Pebalap
Quartararo menjelaskan bahwa saat ini tim menghadapi kekurangan di beberapa aspek.
“Kami terlihat tujuh hingga delapan persepuluh detik lebih lambat daripada simulasi balapan tahun lalu. Ini proses panjang dan kami membutuhkan beberapa bulan lagi untuk siap,” ungkapnya.
Baca Juga
Selain masalah tenaga mesin, ia menyoroti kesulitan dalam mengendalikan motor saat menikung dan masalah overheat pada ban.
Yamaha Era Valentino Rossi
Yamaha, salah satu pabrikan paling ikonik di MotoGP, pernah menjadi simbol dominasi di lintasan balap. Era Valentino Rossi, terutama antara 2004 hingga 2010, menempatkan Yamaha di puncak persaingan, meraih gelar juara dunia secara konsisten.
Namun, pada musim MotoGP 2026, Yamaha menghadapi kenyataan pahit. Motor mereka tertinggal dari pesaing seperti Ducati, Aprilia, dan KTM, bahkan saat Rossi pernah mengubah peta persaingan dengan keahliannya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa reputasi masa lalu tidak menjamin kesuksesan di era modern MotoGP.
Baca Juga
Dominasi Berkat Keselarasan Motor dan Pembalap
Keberhasilan Yamaha di era Rossi bukan kebetulan. Motor YZR-M1 pada saat itu memiliki mesin inline-four yang memberikan tenaga stabil, chassis ringan dan kaku, serta elektronik yang adaptif.
Kombinasi ini memungkinkan pembalap mengendalikan akselerasi dan traksi secara presisi, khususnya di sirkuit teknikal dengan tikungan banyak. Rossi, dengan kemampuan adaptasi luar biasa, mampu memaksimalkan karakter motor tersebut, menghasilkan keunggulan yang konsisten.