Quartararo: Yamaha V4 Masih Jauh dari Kompetitif

sport.fin.co.id - 23/02/2026, 11:45 WIB

Quartararo: Yamaha V4 Masih Jauh dari Kompetitif

Fabio Quartararo, Image: @fabioquartararo20 / Instagram

Perbedaan utama antara Yamaha di era Rossi dan kondisi modern adalah keselarasan antara motor dan pembalap. Era Rossi, motor dan pembalap “klop”, sehingga performa bisa diekstrak maksimal.

Kini, motor V4 Yamaha membutuhkan adaptasi lebih banyak, baik dari pembalap maupun tim teknis, untuk menghasilkan hasil yang kompetitif.

Karakter motor yang berbeda dari masa lalu membuat strategi balap dan pengaturan set-up menjadi lebih kompleks, sementara rival mampu mengekstrak potensi mesin dengan lebih cepat.

Selain itu, perkembangan teknologi di MotoGP modern semakin cepat. Inovasi aerodinamika, elektronik, dan sistem ban menjadi faktor penentu dominasi.

Yamaha yang lambat dalam pengembangan agresif membuat mereka tertinggal di tengah persaingan ketat antara Ducati, KTM, dan Aprilia.

Hal ini mengilustrasikan bahwa reputasi dan sejarah kejayaan bukan jaminan untuk tetap kompetitif, karena MotoGP modern menuntut adaptasi terus-menerus terhadap teknologi dan strategi balap.

Yamaha Kini Tertinggal

Yamaha secara terbuka mengakui bahwa proyek mesin V4 yang sedang dikembangkan untuk menghadapi persaingan di MotoGP masih memiliki jarak yang cukup besar dibandingkan para pesaingnya.

Pengakuan tersebut disampaikan oleh Managing Director Yamaha Racing, Paolo Pavesio, setelah melihat performa motor baru itu dalam seri pembuka musim 2026.

Musim 2026 menjadi momen penting bagi Yamaha karena untuk pertama kalinya pabrikan Jepang tersebut membawa konsep mesin V4 secara penuh dalam program balapnya.

Selama bertahun-tahun sebelumnya, Yamaha dikenal sebagai satu-satunya tim pabrikan yang tetap setia menggunakan konfigurasi mesin inline-four pada motor M1.

Keputusan untuk beralih ke mesin V4 tidak terjadi secara tiba-tiba. Proyek tersebut sudah mulai dikembangkan sejak musim sebelumnya dan sempat diuji melalui beberapa penampilan wild card.

Namun ketika digunakan dalam balapan penuh di seri pembuka MotoGP di Thailand, tantangan besar yang dihadapi Yamaha langsung terlihat jelas.

Pavesio bahkan menggambarkan situasi ini dengan ungkapan yang cukup tegas. Ia mengatakan bahwa timnya seperti sedang menghadapi perjalanan berat untuk mengejar ketertinggalan dari pabrikan lain.

“Kami sekarang melihat dengan sangat jelas seberapa besar jaraknya, dan kami memahami bahwa kami harus mendaki gunung yang sangat tinggi,” ujar Pavesio kepada media setelah balapan.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID