fin.co.id - Di dunia MotoGP yang penuh tekanan fisik ekstrem, banyak pembalap harus berjuang melawan satu masalah yang sama: arm pump, atau kram parah di lengan bawah. Namun, ada satu nama yang justru tidak pernah merasakannya sepanjang kariernya, yaitu Valentino Rossi.
Rossi secara terbuka mengakui bahwa kondisi tersebut bukan hasil latihan khusus atau teknik tertentu, melainkan faktor alami.
Ia bahkan menyebutnya sebagai:
“keberuntungan genetik.”
Pernyataan ini bukan sekadar klaim kosong. Dalam sebuah perbincangan dengan rivalnya, Rossi menegaskan bahwa selama berkarier di MotoGP, ia tidak pernah mengalami arm pump sama sekali.
Baca Juga
Arm Pump, Momok Nyata Para Pembalap
Arm pump bukan masalah ringan. Kondisi ini terjadi akibat tekanan berlebih pada otot lengan bawah saat pembalap:
-
Menggenggam setang dengan kuat
-
Menahan gaya pengereman ekstrem
-
Mengontrol motor berkecepatan tinggi dalam durasi panjang
Akibatnya, aliran darah terganggu dan muncul gejala seperti nyeri hebat, mati rasa, hingga kehilangan kekuatan tangan.
Banyak pembalap top harus menjalani operasi demi mengatasi kondisi ini. Bahkan, kasus ekstrem pernah dialami oleh Dani Pedrosa yang mengaku:
“Saya balapan hanya dengan tangan kiri.”
Kontras dengan itu, Rossi justru tidak pernah menghadapi masalah serupa sepanjang kariernya.
Pengakuan Rossi: Bukan Skill, Tapi Faktor Tubuh
Rossi tidak mencoba mengaitkan keunggulan ini dengan kemampuan teknisnya. Ia justru menjelaskan bahwa faktor genetik memainkan peran penting.