Balap . 14/08/2026, 18:52 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
"Sejarah mengajarkan kita bahwa dia adalah benchmark," ujar Rivola.
Pengalaman Marquez di berbagai sirkuit menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan gelar tetap sulit diprediksi. Seorang pembalap dapat kehilangan banyak poin pada satu seri, kemudian kembali tampil sangat kuat pada lintasan yang sesuai dengan karakteristiknya.
Situasi tersebut menjadi semakin penting karena masih terdapat banyak poin yang bisa diperebutkan.
Rivola juga mengingatkan bahwa posisi klasemen saat ini belum memberikan gambaran akhir mengenai siapa yang akan menjadi juara dunia.
Bergantung pada status Grand Prix Qatar, masih terdapat sembilan atau sepuluh seri yang harus dilalui. Artinya, antara 333 hingga 370 poin masih tersedia.
Dengan jumlah poin sebanyak itu, keunggulan Martin belum bisa dianggap sebagai jaminan keamanan bagi Aprilia.
Rivola bahkan memilih untuk tidak terlalu memperhatikan klasemen.
Menurutnya, fokus utama Aprilia seharusnya tetap diarahkan pada pekerjaan teknis dan persiapan menghadapi setiap balapan.
Pendekatan tersebut cukup masuk akal karena persaingan MotoGP tidak hanya ditentukan oleh konsistensi pembalap. Performa motor, karakter sirkuit, kondisi ban, cuaca, dan keputusan strategi juga dapat mengubah peta persaingan hanya dalam satu akhir pekan.
Menariknya, Rivola juga tidak hanya melihat Martin sebagai satu-satunya pembalap Aprilia yang berpeluang merebut gelar.
Menurutnya, keempat pembalap Aprilia masih masuk dalam daftar kandidat.
Marco Bezzecchi sudah menunjukkan kecepatannya setelah kembali dari cedera. Ai Ogura masih berada di papan atas meskipun gagal finis di Silverstone setelah mengalami kecelakaan.
Sementara itu, Raul Fernandez memberikan kejutan besar dengan memenangkan balapan Silverstone.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media