Balap . 21/08/2026, 12:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Redding melihat kesinambungan tersebut sebagai salah satu keuntungan penting dalam perkembangan seorang pembalap muda.
Pernyataan Redding menarik karena dirinya bukan pembalap yang tidak memiliki kemampuan. Justru sebaliknya, Redding merupakan salah satu pembalap yang mampu memberikan perlawanan kepada Marquez ketika keduanya masih berada di kelas bawah.
Karena itu, Redding merasa perbedaan karier mereka tidak dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa Marquez lebih berbakat.
Dalam dunia balap motor profesional, kemampuan pembalap memang merupakan faktor utama. Namun, kemampuan tersebut harus didukung oleh motor, tim, teknisi, sponsor, data, serta kesempatan untuk berkembang.
Pembalap muda yang berada dalam tim dengan sumber daya besar bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya.
Sebaliknya, pembalap dengan bakat serupa tetapi berada dalam tim dengan anggaran terbatas bisa menghadapi lebih banyak hambatan.
Inilah yang tampaknya ingin disampaikan Redding ketika membandingkan perjalanan dirinya dengan Marquez.
Ada faktor lain yang turut membuat jalur Marquez menuju MotoGP terlihat berbeda. Ketika Marquez masuk ke kelas utama, ia mendapatkan kesempatan besar untuk langsung bersaing dengan pembalap papan atas.
Marquez kemudian bergabung dengan Repsol Honda untuk menjalani musim debut MotoGP.
Kesempatan tersebut terbukti sangat penting. Pada musim debutnya di MotoGP, Marquez langsung menjadi salah satu pembalap utama dalam persaingan kejuaraan dan akhirnya merebut gelar juara dunia.
Redding menilai situasi tersebut sebagai salah satu perbedaan yang turut memengaruhi perjalanan karier mereka. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mengeluh mengenai masa lalu, tetapi melihat adanya sejumlah kondisi yang membuat jalur keduanya berbeda.
Redding kemudian memperluas pembicaraan mengenai persoalan tersebut ke pembalap Inggris secara umum.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media