Balap . 20/09/2026, 18:46 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Ia membandingkannya dengan penampilannya di Barcelona. Di Giannantonio mampu tampil kuat di sana meskipun kondisi grip menjadi salah satu faktor penting.
Hal serupa juga terjadi di Goiania, Brasil. Menurut Diggia, konstruksi ban yang digunakan di sana sama dengan yang dibawa Michelin ke Red Bull Ring.
Hasil yang diperoleh justru sangat berbeda.
Di Brasil, Di Giannantonio mampu finis kedua dalam Sprint dan kemudian mengamankan posisi ketiga dalam balapan utama. Sementara di Austria, ia justru kesulitan mendapatkan cengkeraman roda belakang.
"Di Barcelona saya selalu memiliki grip, di Goiania dengan casing yang sama, tingkat grip-nya juga sama. Jadi, saya mengalami sesuatu yang baru tahun ini," ungkapnya.
Michelin membawa ban belakang dengan konstruksi lebih keras ke beberapa sirkuit tertentu dalam kalender MotoGP. Red Bull Ring termasuk di antaranya bersama Buriram, Goiania, dan Mandalika.
Konstruksi tersebut dirancang untuk menghadapi panas berlebih yang dapat muncul akibat karakter lintasan dan beban yang diterima ban.
Secara teknis, temperatur ban menjadi salah satu faktor penting terhadap performa motor MotoGP. Ban harus bekerja dalam rentang temperatur tertentu agar kompon dapat menghasilkan daya cengkeram optimal.
Jika karakter lintasan, temperatur, tekanan ban, setelan motor, dan konstruksi ban tidak bekerja dalam kombinasi yang tepat, pembalap dapat kehilangan rasa percaya diri ketika melakukan akselerasi.
Namun, Di Giannantonio tidak menjadikan ban sebagai satu-satunya alasan atas kesulitannya. Ia mengakui masih ada pekerjaan yang harus dilakukan bersama tim VR46 untuk menemukan solusi.
"Pastinya saya kehilangan sesuatu, pastinya kami harus bekerja lebih baik, dan pastinya pembalap lain lebih baik daripada kami saat ini," katanya.
"Tetapi kami harus tetap fokus dan mencoba berkembang."
Di Giannantonio masih berharap situasinya dapat berubah pada balapan utama MotoGP Austria.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media