Balap . 20/09/2026, 18:46 WIB

Diggia Kesulitan Jinakkan Ducati di MotoGP Austria gara-gara Masalah Grip

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Ia mengatakan tim akan menganalisis data untuk mencari area yang bisa diperbaiki. Pengalaman pada beberapa seri sebelumnya memberikan keyakinan bahwa perubahan setelan dari satu hari ke hari berikutnya dapat menghasilkan peningkatan signifikan.

"Saya akan melakukan segala kemungkinan untuk mencoba memahami apa yang harus diperbaiki," ujar Diggia.

"Kami menjalani beberapa balapan ketika kami bisa meningkat dari hari kedua ke hari ketiga. Tentu saja tidak pernah mudah, tetapi saya akan mencoba."

Menurut Diggia, peningkatan menjadi kebutuhan jika ingin mendapatkan hasil lebih baik dalam balapan utama.

"Kami harus meningkatkan sesuatu, atau setidaknya mencoba meningkat untuk besok," lanjutnya.

Grip Sangat Menentukan Akselerasi Motor MotoGP

Keluhan Di Giannantonio memperlihatkan betapa pentingnya grip roda belakang pada motor MotoGP modern. Tenaga besar yang dihasilkan mesin tidak akan sepenuhnya berguna jika ban tidak mampu menyalurkannya secara efektif ke aspal.

Sistem elektronik seperti traction control memang dapat membantu mengendalikan putaran roda belakang. Namun, elektronik tidak dapat sepenuhnya menggantikan grip mekanis yang berasal dari interaksi antara ban, suspensi, geometri motor, distribusi beban, dan permukaan lintasan.

Ketika grip rendah, sistem elektronik dapat mengurangi tenaga untuk mencegah roda berputar berlebihan. Konsekuensinya, akselerasi keluar tikungan dapat berkurang.

Di sirkuit seperti Red Bull Ring, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak besar karena pembalap beberapa kali harus berakselerasi keras menuju lintasan lurus.

Penutup

Kesulitan Fabio Di Giannantonio di MotoGP Austria 2026 menunjukkan bahwa menggunakan konstruksi ban yang sama tidak selalu menghasilkan karakter dan performa yang identik di setiap sirkuit.

Diggia sebelumnya mampu tampil kompetitif dengan konstruksi ban serupa di Brasil, tetapi menghadapi persoalan grip belakang di Red Bull Ring. Perbedaan temperatur, karakter aspal, konfigurasi tikungan, setelan motor, serta beban yang diterima ban dapat memengaruhi kemampuan ban menghasilkan cengkeraman.

Kini tugas Diggia dan VR46 adalah menemukan kombinasi setelan yang dapat mengembalikan koneksi antara throttle dan roda belakang. Setelah hanya finis ke-10 dalam Sprint, balapan utama menjadi kesempatan berikutnya bagi pembalap Italia tersebut untuk memperbaiki hasil di MotoGP Austria.

Referensi:

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com