Balap . 20/09/2026, 19:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Pada lap kedelapan dari total 14 lap, Martin mendapatkan kesempatan menyerang Marquez di Tikungan 1.
Marquez sebenarnya bisa mencoba menutup ruang lebih agresif. Namun, pembalap asal Spanyol tersebut sudah mengetahui Martin berada sangat dekat.
Pada lap sebelumnya, Marquez melihat Marco Bezzecchi masih berada sekitar 0,4 detik di belakang. Situasinya kemudian berubah dengan cepat karena Martin sudah mendekat hingga sekitar 0,1 detik.
Marquez bahkan mengaku bisa mendengar suara motor rivalnya dari jarak sangat dekat.
Dengan tujuh lap masih tersisa, Marquez menilai mempertahankan posisi dengan terlalu agresif bukan keputusan yang cerdas.
"Saya mendengar motor sangat dekat dan masih ada tujuh lap lagi, jadi tidak perlu, atau tidak cerdas, untuk bertahan terlalu keras," ujar Marquez.
Menurutnya, pembalap bisa mengetahui ketika rival sudah berada dalam posisi yang cukup kuat untuk melakukan overtaking.
Marquez membandingkan serangan Martin dengan manuver yang sebelumnya ia lakukan terhadap pembalap Aprilia tersebut.
Ketika Marquez menyerang Martin di Tikungan 2A, ia sudah berada sangat dekat saat memasuki titik pengereman. Situasi serupa terjadi ketika Martin menyerangnya di Tikungan 1.
Karena itu, Marquez memilih tidak meningkatkan risiko hanya untuk mempertahankan satu posisi.
Keputusan tersebut menjadi semakin penting karena Martin merupakan rival langsungnya dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
Marquez mengakui dirinya tidak memiliki kecepatan yang sama dengan Martin dan Acosta di Red Bull Ring.
Kondisi tersebut membuat targetnya lebih realistis. Alih-alih memaksakan kemenangan dengan risiko tinggi, Marquez ingin memastikan dirinya tetap berada sedekat mungkin dengan Martin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media