Balap . 20/09/2026, 19:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
"Targetnya jelas, hanya mencoba finis di belakang Jorge. Karena Pedro dan Jorge lebih cepat daripada saya," ungkap Marquez.
Marquez juga berusaha mencegah pembalap lain berada di antara dirinya dan Martin.
Dalam perebutan gelar yang berlangsung ketat, setiap posisi yang memisahkan kedua pembalap dapat menghasilkan perbedaan poin lebih besar.
Karena itu, finis tepat di belakang Martin dianggap lebih sesuai dengan kondisi yang dihadapi Marquez dibandingkan memaksakan duel yang berpotensi membuatnya kehilangan lebih banyak poin.
Pedro Acosta sebenarnya berada dalam posisi kuat untuk memenangkan Sprint MotoGP Austria.
Setelah melewati Marquez, pembalap KTM tersebut memimpin balapan. Namun, Martin dan Marquez terus memberikan tekanan dari belakang.
Acosta akhirnya melakukan kesalahan ketika sedang memimpin. Insiden tersebut membuat Martin mengambil keuntungan dan bergerak ke posisi terdepan.
Marquez tidak menyalahkan Acosta atas kesalahan tersebut.
"Kami berkendara pada batas dan hanya ada batas yang sangat kecil untuk melakukan kesalahan," kata Marquez.
Menurutnya, Acosta tetap harus menekan karena Martin dan dirinya mulai mendekat.
Situasi tersebut menggambarkan tipisnya margin kesalahan ketika pembalap MotoGP berada pada kecepatan maksimal. Sedikit kesalahan pada pengereman, posisi motor atau penggunaan grip ban dapat berakhir dengan kehilangan posisi bahkan kecelakaan.
Bukan hanya strategi perebutan gelar yang membuat Marquez memilih lebih berhati-hati.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Ducati mengalami kesulitan di Red Bull Ring.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media